KriminalLampung Timur

Rupanya Antara Perampok Dengan Karyawati Maupun Pemilik BRI-LINK Bertetangga?

15231
×

Rupanya Antara Perampok Dengan Karyawati Maupun Pemilik BRI-LINK Bertetangga?

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur – Pelaku perampokan sekaligus penembak karyawati BRI-LINK di Jalan Lintas Pantai Timur, Tambah Subur, Way Bungur, Lampung Timur pernah bertetangga Desa.

Dimana pelaku pernah menikahi seorang perempuan berstatus janda warga Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur, berinisial En, pemilik rumah makan (RM) CR dibilangan Jalan Lintas Pantai Timur Desa Tegal Ombo Kecamatan setempat.

Diperkirakan, jarak antara RM CR dan rumah pelaku dengan lokasi BRI-LINK di Desa Tambah Subur dan rumah korban penembakan, Leli Agustina di Desa Toto Projo lebih kurang hanya 2 – 3 kilometer.

“Orang itu pernah nikah dengan warga Tegal Ombo, kabarnya sudah cerai dan juga punya rumah makan (CR) sebelum perempatan Tegal Ombo, En itu (nama) perempuan,” ungkap sumber terpercaya warga Desa Taman Negeri Kecamatan Way Bungur kepada metrodeadline melalui handphone pada Sabtu, 28 Januari 2022 pukul 21.18 WIB.

Pelaku dipastikan berhasil dilumpuhkan dengan cara ditembak oleh Petugas karena melawan saat akan ditangkap dan kedapatan memiliki 3 pucuk senjata api (senpi).

“Yang jelas infonya sudah ke tembak karena dia melawan, senjata api (milik pelaku) ada 3,” urai sumber itu.

Sepengetahuan masyarakat, pelaku perampokan itu telah bercerai dengan En istrinya, namun mereka tak mengetahui apabila pelaku itu kembali berada di Desa Tegal Ombo.

“Taunya udah cerai, cuman nggak tau kok bisa (kembali lagi ke Tegal Ombo),” terangnya.

Perampok itu merupakan resedivis pelaku kejahatan kambuhan namun diduga baru kali ini melakukan aksi kejahatan di BRI-LINK sebagai sasaran.

“Diaorang spesialis resedivis juga, cuma untuk BRI-LINK baru terjadi kali ini,” paparnya.

Penembak karyawati BRI-LINK tersebut profesional bidang senjata api. Hal itu menilai saat pelaku keluar dari lokasi TKP memegang senjata api sembari berjalan kaki dengan santai.

“Ini pemain bukan profesional, tapi dia profesional dalam ahli senjata. Kan udah terlihat dari tata cara dia keluar lokasi pegang senjata juga dia nyantai,” ujarnya.

Residivis kambuhan itu sering bepergian, tertangkap dibilangan OKI Palembang Propinsi Sumatera Selatan melarikan diri bersembunyi di hutan belantara.

“Dia sering wara-wiri, ketangkepnya di OKI (lokasi persembunyian tempat) pelariannya di hutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin, 24 Januari 2022 sumber itu mengatakan perampok tersebut melarikan diri tidak langsung mengikuti jalan lintas pantai timur sampai ke wilayah Kecamatan Sukadana.

Kemungkinan perampok itu mengetahui apabila ruang geraknya untuk melarikan diri telah ditutup karena telah dijaga ketat oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur.

Diperkirakan dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP) perampok tersebut belok ke kanan melintasi ruas badan jalan wilayah Desa Taman Negeri Kecamatan Way Bungur.

Sebab sumber yang merupakan warga Desa Taman Negeri itu sempat ditanya oleh petugas ketika dirinya melakukan vaksin di Puskesmas Way Bungur.

Apakah melihat seseorang yang lewat di jalan Desa Taman Negeri saat terjadi perampokan tersebut, sayangnya warga itu tak tau menahu apabila perampok itu melintas di jalan lingkungan tempat tinggalnya.

Ternyata, setelah tertangkap jarak antara kediaman sumber dan tempat persembunyian sementara pelaku perampokan hanyalah lebih kurang 500 meteran.

Hal itu dibenarkan oleh Widodo Kepala Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur bahwa sekitar sepuluh tahun lalu perampok itu pernah menikah dengan warganya berinisial, En.

“(Nikah) sepuluh tahunan yang lalu, jadi yang namanya En itu perempuan warga Desa Tegal Ombo, dulu dapet suami (berinisial) UA namanya dan usahanya maju di Purbolinggo, tapi cerai,” terang Widodo.

Setelah bercerai dengan UA, lalu En yang berstatus janda tersebut menikah dengan pelaku perampokan itu.

“Setelah cerai berstatus janda dapet (suami) yang ngerampok ini (asal dari) Palembang (nama perampok) saya nggak kenal, nggak ngerti (tau) sama sekali,” jelas Kepala Desa Tegal Ombo itu.

Hasil pernikahan mereka dikaruniai seorang anak perempuan lalu En kembali bercerai, sementara anak mereka diasuh oleh bibi En di Tegal Ombo ditinggalkan merantau ke Kalimantan sekitar 4 tahun yang lalu sampai sekarang.

“Terus posisi punya anak perempuan 1, pisah, anaknya dimomong (diasuh) sama buklek atau bukdenya (bibi) disini, (sedangkan En pergi) ke Kalimantan sudah 3 atau 4 tahun sampai sekarang,” paparnya.

Diperkirakan keberadaan perampok itu kembali datang ke Desa Tegal Ombo untuk menengok anaknya lalu kemudian merampok uang Rp.50 juta di BRI-LINK tersebut.

“Mungkin kesini bapaknya (perampok) menjenguk (menengok) anaknya, nggak taunya ya itu gerak (merampok) di Way Bungur (Tambah Subur),” urai Kepala Desa Tegal Ombo periode kedua.

Kedua orangtua En telah lama meninggal dunia, kebetulan perampok itu masih memiliki rumah di Desa Tegal Ombo.

“(Kedua orangtua En) di Tegal Ombo sudah meninggal, kan (perampok) punya rumah disini, dia mampir di Tegal Ombo,” ujarnya.

Diperkirakan, perampok itu bersembunyi dirumahnya yang berlokasi di sekitar SMPN 2 Way Bungur Desa Tegal Ombo sebelum melarikan diri ke Sumatera Selatan yang pada akhirnya tertangkap.

“(Ada) perempatan (jarak 100 meter dari Jalinpantim) arah ke Toto Mulyo, belok kiri ke Purbolinggo, kalau ke kanan Desa Taman Negeri, lurus ikuti jalan yang baru di aspal ke SMPN 2 Way Bungur, daerah situ,” kata Widodo.

Mendengar peristiwa itu, masyarakat warga Desa Tegal Ombo seakan-akan tak percaya bahwa perampok itu pernah menikah dengan tetangga mereka.

“Kaget orang-orang disini, saya bener-bener nggak nyangka sama sekali ada warga kita dapat (suami perampok), saya tau-taunya tadi belum lama ini,” pungkasnya.

Tim gabungan Direskrimum Polda Lampung yang berhasil melakukan penangkapan terdiri dari Polres Lampung Timur, Polres Lampung Tengah dan Polres Kota Metro serta jajaran.

Hanya terhitung, 7 x 24 jam dari peristiwa perampokan di BRI Link di Jalan Lintas Pantai Timur, Tambah Subur, Way Bungur, Lampung Timur, pada Jumat 21 Januari 2022 sekitar pukul 17.30 WIB perampok berhasil dibekuk.

Sehingga mengakibatkan karyawati BRI Link bernama Leli Agustina (20) tewas ditempat dengan luka tembak di bagian kepala saat berupaya mengejar guna mempertahankan uang yang dibawa kabur oleh pelaku.

Uang Rp.50 juta dan berikut BRI Link tersebut milik Sri Lestari warga Desa Toto Projo Kecamatan Way Bungur sebagai majikan korban yang rumahnya berjarak hanya hitungan ratusan meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Desa Tambah Subur lokasi TKP BRI-LINK, rumah pemilik BRI-LINK, Desa Toto Projo lokasi rumah karyawati BRI-LINK korban penembakan dan Desa Tegal Ombo lokasi rumah dan rumah makan CR milik En sekaligus tempat singgah dan persembunyian sebelum maupun sesudah pelaku melakukan perampokan.

Antara ketiga Desa tersebut tak berjauhan bisa dikatakan tanpa pembatas dengan Desa-desa lainnya yang lazim disebut dengan sebutan tetangga Desa di Kecamatan Way Bungur.

(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!