
Metrodeadline.com
Tanggamus – Marak nya pemberitaan di media online tentang carut marut nya penyaluran BLT DD di Desa Kuripan Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, sampai dengan intimidasi salah satu warga Desa Kuripan hingga di duga banyak kejanggalan tentang penyaluran dan penggunaan anggaran Dana Desa (DD) yang ada di desa Kuripan, Kecamatan Limau,” Minggu 02/01/2022.
Puluhan masyarakat Desa Kuripan, Kecamatan Limau mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Tanggamus untuk benar – benar turun supaya melihat langsung baik tentang penyaluran dan penggunaan Dana Desa (DD) yang diduga tak sesuai peruntukan nya dan kegaduhan di Desa Kuripan bermula akibat kurang keterbukaan publik tentang pengalihan Bantuan Langsung Tunai yang di alihkan untuk pembangunan pasar.
” Kami masyarakat Desa Kuripan berharap dengan sungguh – sungguh supaya Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Tanggamus untuk bisa turun langsung supaya tidak semakin panjang nya kegaduhan di Desa kami ini, dan kami berharap benar – benar ada keadilan di Desa kuripan ini, karna semakin lama di biarkan kegaduhan ini, kami takut akan membuat luas nya perselisihan dan kurang harmonis nya di desa yang kami cintai ini,” Ucap Masyarakat.
Apabila memang Aparat Penegak Hukum (APH)Kabupaten Tanggamus turun kami siap mengawal dan menunjuk kan dan memberi keterangan yang sesungguh nya terkait apa yang ada di Desa Kuripan ini,” Tegas Masyarakat.
Rudi Sapari As selaku sekjen DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brigade Anak Negri Kawal Indonesia (BANKI) Geram dan angkat bicara
Rudi Sapari As, menuturkan,” Seharus nya sebagai Kepala Desa harus benar – benar melayani masyarakat bukan malah Melakukan intimidasi kepada masyarakat nya sendiri, karna bila terjadi intimidasi seperti ini berarti oknum Kepala Desa itu tidak mengerti tentang tugas dan pungsi nya selaku pengayom dan pelayan masyarakat,”Jelas Rudi.
Lanjut Rudi,” Karna masyarakat memilih Kepala Desa demi untuk kemajuan Desa dan bisa benar -benar melayani masyarakat bukan seperti ini, menunjukkan sikap yang arogan terhadap masyarakat warga nya sendiri, seharusnya sebagai pemimpin bersikap piyawai arif dan bijaksana bukan arogan bagaikan preman jalanan,”ungkap rudi. (Anton)
