
Metrodeadline.com
Tanggamus – Penggunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 diduga Safruddin selaku Kepala Desa Napal, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, mark’up dan fiktipkan penyaluran anggaran Dana Desa Tahun 2021,”Senin 27/12/2021.
Hal tersebut terungkap saat pewarta media ini medapatkan informasi berdasarkan penggunaan anggaran dana desa (DD) tahun 2021 dan berdasarkan pencocokan data APBdes Napal yang diduga banyak syarat akan penyimpangan.
Yang mana di Tahun anggaran 2021 Rp. 1.023,302,000 Tahap Satu (1) Realisasi penyaluran Rp. 282.456,640
– Penanggulangan bencana ( jumlah kejadian penanggulangan bencana Rp. 13.571,429 Realisasi Rp. 9.500,000
– Pembuatan/pemutahiran peta wilayah dan sosial desa** Rp. 47.000,000 Realisasi Rp. 23.500,000
– Penyelenggaraan informasi publik Desa ( misal: pembuatan poster/ Baliho informasi penetapan / LPJ APBDes untuk warga,DLL) Rp. 133.958,333 Realisasi Rp.80.375,000
– Penyiapan tempat cuci tangan dan / cairan pembersih tangan(Hand Sanitizer)Rp. 10.000,000
– Edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanganan Pandemi covid-19 Rp. 16.250,000 Realisasi Rp13.000,000
– Bantuan dan dukungan untuk kelancaran testing /tracking/treatment kesehatan dari kementerian kesehatan dan pemerintah daerah Rp. 6.000,000
– Penyiapan dan / perawatan isolasi Desa Rp.6.000,000
– Sekretariat satgas penanganan covid-19 di Desa Rp.11.000,000 Realisasi Rp.8.800,000
– Pembangunan / rehabilitasi / peningkatan fasilitas pengelolaan sampah Desa / permukiman (penampungan,bank sampah,DLL)** Rp. 47.875,000 Realisasi Rp. 38.300,000
– Penyelenggaraan posyandu (makanan tambahan ,kelas ibu hamil,kelas lansia,inssentif kader posyandu)
– Makanan tambahan Rp. 45.300,000 Realisasi Rp. 22.650,000
– Jumlah lansia Rp. 43.000,000 Realisasi 21.500,000
– Penyelenggaraan PAUD/TK/TKA/TPQ/ Madrasah non-Formal milik Desa** ( Bantuan Honor Pengajar,Pakatan Seragam,operasional,Dst) Rp. 109,416,667 Realisasi Rp. 65.650,000
– Pelatihan / penyuluhan pemberdayaan perempuan Rp. 31.666,667 Realisasi Rp. 19.000,000
– Pengadaan /penyelenggaraan pos keamanan Desa (pembangunan pos,pengawasan pelaksanaan Jadwal ronda/patroli dll)** Rp. 2.000,000
– Penyelenggaraan pos keamanan desa Rp. 12.000,000
Pada Tahun anggaran 2021 Tahap Dua (2) Realisasi penyaluran Rp. 282.456,640
– Jumlah Kejadian penanggulangan bencana Rp. 20.714,286 Realisasi Rp. 14.500,000
– Pembuatan/pemutahiran peta wilayah dan sosial desa** Rp. 168.000,000 Realisasi Rp. 84.000,000
– Penyelenggaraan informasi publik Desa ( misal: pembuatan poster/ Baliho informasi penetapan / LPJ APBDes untuk warga,DLL) Rp. 145.916,667 Realisasi Rp. 87.550,000
– Ambulance Rp. 118.500,000
– Pembangunan / rehabilitasi / peningkatan fasilitas pengelolaan sampah Desa / permukiman (penampungan,bank sampah,DLL)** Rp. 51.625,000 Realisasi Rp. 41.300,000
– Penyelenggaraan posyandu (makanan tambahan ,kelas ibu hamil,kelas lansia,inssentif kader posyandu)
– Makanan tambahan Rp. 74.800,000 Realisasi Rp. 37.400,000
– – Jumlah lansia Rp. 43.000,000 Realisasi 21.500,000
– Penyelenggaraan PAUD/TK/TKA/TPQ/ Madrasah non-Formal milik Desa** ( Bantuan Honor Pengajar,Pakatan Seragam,operasional,Dst) Rp. 188.250,000 Realisasi Rp. 112.950,000
– Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan sanitasi permukiman (gorong – gorong ,selokan,parit,DLL,diluar prasarana jala )** Rp. 97.400,000
– Pelatihan / penyuluhan pemberdayaan perempuan Rp. 40.000,000Realisasi Rp. 24.000,000
– Pengadaan /penyelenggaraan pos keamanan Desa (pembangunan pos,pengawasan pelaksanaan Jadwal ronda/patroli dll)** Rp. 2.000,000
– Penyelenggaraan pos keamanan desa Rp. 12.000,000
Beberapa masyarakat Desa Napal, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus yang enggan di sebut kan nama nya yang di mintai tanggapan terkait pembangunan dan kegiatan yang ada di desa napal menutur kan,” Kalau di desa napal ini posyandu, lansia dan ibu hamil paling geh dapet roti satu (1) bungkus itu geh kadang dapet kadang enggak, itu juga pas posyandu di mintain iyuran Rp.1000 rupiah gak tau uang iyuran itu juga untuk apa kita gak tau,”Ucapnya.
“Didesa napal ini kalau bak sampah juga gak ada dari dulu sampai sekarang geh, kami masyarakat buang sampah ya masing -masing di belakang rumah, kalau dah banyak sampah nya ya di bakarin masing – masing aja. karna gak ada tempat pembuangan sampah yang di bangun dari Desa,”Tuturnya.
Disela waktu awak media melanjutkan meminta tanggapan kepada beberapa guru ngaji di desa setempat mengatakan bahwa.” Tempat TPA / ngaji ya Ama guru ngaji / yang bukak masing -masing di rumah aja, ya di napal ini emang ada beberapa aja guru ngaji nya tapi ngelajar nya masing -masing rumah dan gak pernah dapat bantuan dan insentif apapun dari desa karna selama saya 25 tahun ngajar ngaji gak pernah dapet bantuan dari Desa,”Jelasnya.
Ya kalau madrasah emang ada di situ tapi kalau pembangunan untuk madrasah juga gak ada dan untuk perlengkapan madrasah juga gak ada jadi kami bingung kalau anggaran nya ada seperti itu ,kalau gak di bangun kan dan di salur kan untuk apa anggaran nya itu sesal nya,”katanya.
“Itu juga kayak PAUD dari dulu gitu -gitu aja kayak alat main anak – anak ya itu aja dari dulu geh,bisa di liat sendiri kan dah berkarat dan dah jelek, jadi kalau semua sudah di anggar kan lalu kemana uang nya itu, terus gimana mau maju nya Desa Napal kalau sudah di anggar kan tapi tidak di bangunkan dan di belanja kan,”Sesalnya.
“Dan kami duga penyaluran dan penggunaan Dana Desa yang ada di Desa napal ini carut marut dan tidak sesuai dan kami berharap agar instansi yang membidangi Dana Desa ini agar benar- benar mengawasi penggunaan dan penyaluran nya, supaya desa benar – benar maju dan masyarakat sejah tera,”Tutupnya.
Ketika awak media akan menemui kepala desa Napal di kantor desa nya Sekdes Mahdi napal mengatakan,”Pak lurah gak ada di balai desa bang karna siang ini ada dua (2) orang yang ninggal jadi pak lurah lagi layat,”Ucap Sekdes.
ketika awak media melanjud kan menghubungi kepala Desa napal Safrudin melalui pesan Watsap nya aktip cuman di baca tidak ada jawaban sampai berita ini di terbitkan. (Anton)
