
Lampung Timur – Lagi lagi Pemerintah Desa Kibang melalui Sekretaris Desa (Endah Gunawan) mengumbar suara dengan nada tinggi menantang Wartawan agar Wartawan jangan bisanya hanya membuat berita saja, kalau berani laporkan saja, bahkan bukan hanya itu saja sekarang sudah bukan jamannya lagi pembunuhan karakter lewat media karena semua pemberitaan yang menyangkut Desa Kibang tidak berpengaruh sama sekali, ucap Sekdes terhadap William (nara sumber) salah satu warga Desa setempat.
Hal itu itu di sampaikannya ketika nara sumber meminta surat pengantar pernikahan untuk anaknya alhasil bukan sambutan atau pelayanan yang baik dari Pemdes yang di dapat oleh William, justru sebaliknya kedatangannya di Kantor Desa yang kebetulan di tempat dan waktu yang sama Sekdes bersama Kades(Winarno) mengumpat atau membahas tentang pemberitaan dirinya,bahkan selain itu Winarno juga mengulas tentang orang orang yang melangsir BBM ungkap William kepada Awak Media ini Selasa 16 Nofember 2021.
Dari penyampaian nara sumber terkait ucapan kedua Pejabat tersebut antara Sekdes dan Kades Kibang telah menyulut reaksi nara sumber, yang sehingganya hal tersebut ia kordinasikan kepada Lembaga Pers maupun LSM yang ada di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Lampung Timur.
Sebagai langkah awal Insan Pers yang tergabung dengan Lembaga lain dan sebagai pertimbangan serta sebagai bentuk penghormatan maupun menghargai sebuah Instansi lain sebagai mitra khususnya pihak Kecamatan Metro Kibang, salah satu Awak Media yang merasa di sebut namanya langsung melakukan kordinasi sekaligus sebagai bentuk pemberitahuan lewat via telpon terkait prilaku mau ucapan Kades maupun Sekdes Kibang. tidak banyak komentar yang di sampaikan oleh pihak Kecamatan, melainkan pihaknya tidak pernah bisa melarang ataupun menyuruh siapapun termasuk Media berkaitan dengan Desa Kibang, mengingat semua punya tugas pokok dan pungsi masing masing tandas pihak Kecamatan.
Selanjutnya menurut William seharusnya Winarno dan Endah Gunawan itu pokus dengan persoalan pelayanan dengan saya, bukan sebaliknya mereka membahas tentang Media yang tidak ada kaitannya dengan urusan saya, dan yang lebih miris lagi justru mereka menyebutkan kalau berani jangan hanya memberitakan di Desa Kibang saja kan yang di luar masih banyak, bahkan yang menurut saya ada yang lebih konyol lagi bahwasannya mereka masih berani bila mau diajak berantem atau duel dengan alasan mereka masih muda, dan yang lebih konyol dan sangat menggelikan bahwasannya Kadesnya gak mau bila memanggil dirinya dengan menyebutkan nama aslinya dia meminta dengan sebutan Pak Kades. dengan ucapan itu bagi saya Winarno menunjukan bahwasannya selain seorang Pemimpin yang temperamental, yang beranggapan bahwasannya jabatan tersebut akan selamanya di sandang.imbuh William.
Untuk menindaklanjuti dari semua sumber yang di dapat dan berdasarkan data serta mengumpulkan alat bukti dan sebagai pendukung Insan Pers bersama sama Lembaga yang lain bersepakat dalam kurun waktu dekat akan melaporkan Kades Kibang selama Kepemimpinannya dalam Penggunaan Anggaran Negara serta yang lain di antaranya Dugaan penyelewengan Anggaran Pembangunan dan pembayaran Honor Dana Covid serta terdapat dugaan pemalsuan data Negara, dan hingga di terbitkannya berita ini Winarno belum pernah bisa di hubungi dan yang bersangkutan juga tidak pernah menggunakan Hak Jawab terkait seluruh pemberitaan yang menyangkut dirinya, sebagaimana yang telah di atur dalam Undang Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. (Rizki)
