
Lampung Utara – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bukit Kemuning dan Dewan Guru sekolah membantah semua berita miring yang terkesan menyudutkan pihak sekolah. Kepala sekolah Hamron Roiya, S.Pd memberikan bantahan satu persatu berita miring yang diduga telah mencemarkan nama baik sekolah. ia mengatakan saat menerima kunjungan Andri, Kabiro Lampung Utara, media daring lampungmandiri.id. Senin (08/11/2021) pukul 09:00 WIB.
Kepala SMK Negeri 1 Bukit Kemuning tersebut menjelaskan bahwa semua pemberitaan yang diberitakan tidak sesuai dengan permasalahan yang sebenarnya dan tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Dirinya membantah semua berita miring mengenai beredar nya pemberitaan yang mengatakan dewan guru SMKN 1 Bukit Kemuning seolah lepas tanggung jawab terhadap tiga orang siswa yang sebelum nya kerap mendapat intimidasi dari kakak kelasnya. Dalam pemberitaan itu menjelaskan ketiga orang siswa kerap di aniaya serta diperas oleh kakak kelasnya. Juga disebut bahwa seorang dewan guru (Ogi) mengetahui kejadian dan hanya menonton tanpa berupaya segera melerai seolah sengaja melakukan tindakan pembiaran.
“Keutamaan profesional dalam bekerja selalu saya tekankan kepada seluruh dewan guru karna sekolah merupakan sarana guru mengajar serta mendidik, sebagai wakil orang tua siswa dan siswi peserta didik dalam menimba ilmu serta kewajiban seorang guru harus berperan aktif sebagai wakil orang tua disekolah, termasuk menjaga muridnya selama berada di sekolah,” Jelas nya.
ia amat menyayangkan pemberitaan beredar yang mengatakan pihak sekolah seolah menjadi tempat mendidik siswa menjadi preman. Menurut nya pemberitaan itu terlalu berlebihan tanpa dasar yang kuat dengan terkesan berupaya menyudutkan dan diduga telah mencemarkan nama baik sekolah.
“SMKN 1 Bukit kemuning merupakan prasarana yang dipersiapkan oleh Pemerintah bagi dewan guru dan peserta didik sebagai sarana belajar mengajar untuk menimba ilmu, bekal siswa dan siswi peserta didik mengejar harapan dan jalan menggapai cita-cita mereka,” Lanjut Hamron Roiya, S.Pd.
Selaku Kepala SMK N 1 Bukit Kemuning, Hamron mengecam pemberitaan yang tidak berimbang, tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah karena terkesan menyudutkan dan diduga telah mencemarkan nama baik dewan guru dan sekolah.
“Bila terlebih dahulu konfirmasi, tentu akan lebih berimbang dengan tidak membuat pemberitaan dengan narasi yang hanya sepihak dan menghakimi. Cari dahulu kebenaran informasi pada yang berhak memberikan keterangan. Agar berita yang akan disajikan menjadi pemberitaan akurat serta berimbang sebelum kemudian disajikan kepada publik”, Tandasnya.
Senada dengan yang disampaikan Ogi, salah satu guru disekolah tersebut membantah bahwa saat usai jam mengajar dan dia hendak pulang dari sekolah, mendengar ada keributan di luar lokasi sekolah saat jam siswa dan siswi pulang. Mendengar hal itu guna memastikan Ogi mendatangi tempat tersebut namun tidak terlihat oleh nya tindak penganiayaan ataupun kejadian keributan.
“Jadi tidak benar mengatakan bahwa saya sebagai guru melihat kejadian itu dan seolah melakukan pembiaran dengan hanya menonton seperti pemberitaan yang tengah beredar,” tegas Ogi. (andri/aw).
