Kesalah pahaman SAD dan warga rantau keloyang berujung damai

Bungo – Perkara antara Suku anak dalam (SAD) dan salah satu warga rantau keloyang ber ujung damai oleh datok rio suprianto dan datok rio rantau keloyang

Terkait makam leluhur Suku Anak Dalam ( SAD ) tergusur saat pembukaan lahan. Pertikaian itu berhasil damai oleh datok rio Supriyanto ( Kades Red ) Dwi Karya Bhakti (DKB ) bersama datok rio rantau keloyang dan bersama temongong badai dan perwakilan temenggong ari didampingi Kapolsek Pelepat dan Babinsa ( 15/10/21) berakhir damai.

Perdamaian antara SAD dan warga dusun Rantau Keloyang kecamatan pelepat ini berlangsung hari ini Sabtu ( 16/10/21) di kediaman Rio DKB yang dihadiri oleh para tokoh pemuda SAD , tumenggung dan Babinsa dan Rio Rantau Keloyang damai oleh Supriyanto Datuk Rio masalah ( Makam leluhur SAD Kesalah pahaman antara suku anak dalam ( SAD) dan warga rantau keloyang

Supriyanto mengatakan, bahwa kesalah Pahaman antara SAD dengan warga Rantau Keloyang pemilik lahan terkait makam SAD yang tergusur alat berat sudah selesaikan secara damai “Alhamdulillah kesalah Pahaman SAD dengan Warga terkait makam sudah diselesaikan secara damai, mereka sudah saling maaf memaafkan ” Tutur Rio. (16/10/21)

Dijelaskannya sayo kan lagi steking lahan perkebunan sayo tau ado makam SAD di sano ujar warga maksuk sayo nak bikin jalan “oleh salah satu warga rantau keloyang bermaksut baik untuk membersih kan lokasi makam agar mobil bisa sampai ke lokasi makam SAD ” warga rantau keloyang kepada mas kentok Tutur Mas Kentok

Adanya kesepakatan damai dan saling memaafkan ini tidak ada lagi masalah kata datok rio kepada (SAD) masing masing kembali rukun damai ” pungkas nya .

Terlihat hadir dalam perdamaian tersebut Datok rio Jasmi Rantau Keloyang dan perwakilan SAD serta dan tokoh pemudah SAD Babinsa Pelepat (abun)

You might also like

error: Content is protected !!