APH Diminta Periksa Kapala MAN 1 Bungo Terkait Dugaan Pungli Pembelian Buku

 

BUNGO – LSM LIPPAN DPK BUNGO meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memeriksa Kepala MAN 1 Bungo Terkait digaan pungutan liar (Pungli) dengan modus pembelian buku oleh para siswa.

“Dalam kondisi covid – 19 kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Bungo sedang morosot, namun di dunia pendidikan masih saja mencari keuntungan dari pihak ketiga,”ungkap Ketua LSM Abun Yani, Kamis 24 September 2021.

 

 

Sementara saat dikomfirmasi Kepala MAN 1 Bungo melalui via telphone membenarkan hal tersebut. Ia mengaku dilingkungan Madrasah memang ada transaksi jual beli buku paket, tapi melalui koperasi di madrasah ini.

Pengurus koperasinya guru di Madrasah ini, daftar harga buku yang beredar itu pihak koperasi yang memberikan kepada siswa,”jelas Kepala MAN 1 Bungo, Dony Afrian, S.Pd.I.M.Pd.I.

Lebih lanjut, kata Dony jumlah item ada 18 judul dengan total Rp. 2.055.400, namun apakah siswa harus membelinya sekaligus atau bebas sesuai kebutuhan ini.

“Saya belum tau persis bapak (Wartawan Red) bisa menanyakan langsung dengan pihak koperasi,”kilahnya.

Sementara itu, LSM LIPPAN DPK BUNGO melakukan konfirmasi dengan orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya dan ini pernyataannya.

“Kami selaku orangtua (Walimurid) diberitahu oleh anak yang masih duduk di Kelas XI MIPA bahwa Madrasah mengharuskan membeli buku paket pelajaran sebanyak 18 buah dengan total harganya Rp 2.055.400. Kami sebagai orang tua yang kurang mampu kemana harus mencari uang sebanyak itu sekaligus memang untuk pendidikan, tapi bukan berarti memberatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan biasanya Sekolah atau Madrasah bekerjasama dengan pihak penerbit dan mendapatkan fee 30 s/d 35%, dari harga jual jika pihak sekolah bisa mengarahkan siswa nya untuk membeli buku paket bahkanjuga ada reward/bonus tahunan dalam bentuk bervariasi seperti paket wisata bagi guru- guru.

” Ini sama saja dengan gratifikasi karena menyalahgunakan profesi jabatan untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok,”paparnya.

Sambungnya, Sekolah atau Madrasah banyak yang sudah mendapatkan bantuan buku dari potongan dana BOS dan dipinjamkan kepada siswa.

“Ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia dan meringankan perekonomian masyarakat melalui sektor pendidikan. Tapi masih saja ada oknum kepala sekolah/madrasah yang ingin,”pungkasnya.(Abun)

You might also like

error: Content is protected !!