Pungutan 270 Ribu Panyaluran Air Pamsimas Warga Sukamaju Keberatan

TULANGBAWANG,METRODEADLINE.COM -Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Namun disayangkan penyaluran air tersebut diduga jadi ajang pungli oleh oknum Ketua RT Suryadi

Pasalnya beberapa warga menuturkan pemasangan meteran bagi warga Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) yang akan mengunakan air bersih tersebut dipungut biaya Rp 270 ribu per orang dengan alasan untuk biaya pembelian meteran dan biaya listrik.

Keluhan terkait pungutan tersebut diungkapkan oleh Ibu Poniyem yang berstatus janda dan menumpang rumah diplasmen mengatakan dirinya sudah mengaliri air dan memasang paralon untuk menikmati air bantuan tersebut belum lama.

Mirisnya karena tidak dapat bayar langsung dibongkar Suryadi selaku RT.

“Ia saya nyalur air dari Pamsimas, karena saya gak punya duit dan keberatan dengan biaya Rp 270 ribu buat bayar meteran dan arus listrik gak bisa bayar, paralon saya dilepas sama pak RT,” ucapnya dengan nada sedih.

Hal senada juga disampaikan Uun. Dia mengaku sudah sempat menikmati air Pamsimas dalam waktu seminggu, karena tidak bisa membayar paralon nya pun dilepas.

“Kira saya gak bayar saya ya seneg gratis, ternyata suruh bayar Rp250 ribu, saya keberatan. Ada uang juga mau buat beli obat anak saya dulu, tiba-tiba malam sudah tidak ada lagi sudah dilepas sama mas Suyadi dan Wayan,” kata Uun.

Selain itu Eka yang berada tepat di depan Pamsimas juga menuturkan bahwa dirinya pun diminta mengeluarkan biaya tersebut agar dapat menikmati air yang diberikan pemerintah, ia pun merasa keberatan dengan biaya itu.

“Ya keberatan lah kalau disuruh mengeluarkan biaya segitu, kirain gratis,” ungkapnya dengan nada lesu.

Saat wartawan mendatangi kediaman Kepala Kampung serta ketua Kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) dalam waktu dua kali.

Untuk konfirmasi serta meminta tanggapan terkait keluhan masyarakat. Sayangnya kepala kampung tidak ada di rumah, pintu rumah dalam keadaan terbuka namun tidak ada orang.

Melalui pesan Whatsappnya kepala Kampung Sutrisno di mintai tanggapan nya terkait informasi tersebut ia mengatakan,” Gak ada yang perlu di tanggapi karna itu semua tidak benar yang di mana pungli dan warga yang keberatan dari 55 cuma tiga orang yang bicara tolong datengin semua dan temui warga yang nyalur pamsimas”katanya.

Selanjutnya wartawan mendatangi kediaman Suyadi sebagai RT ia pun mengakui bila ada pungutan Rp 270 ribu.

“Memang benar ada penarikan Ya saya hanya disuruh bantu sama Budi dan Wayan selaku KKM, karena kebetulan di wilayah saya. Kami juga sudah musyawarah dihadiri kepala kampung tapi hanya ada foto foto saja tidak ada hasil tertulis musyawarah nya,” ujarnya.

Namun beberapa warga mengatakan jika ada musyawarah mereka tidak tau dan hasilnya pun tidak dikasih tau.

“Kami tidak dikasih tau kalau ada musyawarah serta tidak dikasih tau juga hasil musyawarahnya apa,” ucap warga.

Warga Suka Maju berharap agar pihak terkait dapat mengroscek kelapangan agar air Pamsimas tersebut tidak jadi ajang pungli.

Sampai berita ini terbit Budi selaku ketua Kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) belum dapat di konfirmasi.

 

(Jahari)

You might also like

error: Content is protected !!