Pemkot Metro Segel Pertokoan Pasar Margorejo, Ini Masalahnya

Metrodeadline.com | Sebanyak 25 pertokoan di Pasar Margorejo Metro Selatan di segel oleh Pemkot Metro. Penyegelan tersebut lantaran pedagang tidak membayar jasa sewa retribusi sesuai Perda Nomor 04 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Perda Kota Metro Nomor 01 Tahun 2011 tentang Retibusi Pelayanan Pasar dan Pertokoan.

Kadis Perdagangan Kota Metro, Leo M Hutabarat,S.H membenarkam hal tersebut. Ia mengaku Dinas Perdagangan sudah memberikan kebijakan untuk pembayaran retrubusi pertokoan dengan masa pemakaian Tahun Anggaran 2019-2020 dibayar lima kali ansuran terhitung April- Juli 2021.

“Jadi 25 pedagang Pasar Margorejo pada tanggal 30 Juli 2021, untuk ansuran ke lima membayar tidak sesuai dengan sisa saldo yang harus dibayarkan yang menjadi kewajiban, sehingga Dinas Perdagangan melakukan penolakan,”kata Leo diwakili Plt. Kabid Pendapatan Dinas Perdagangan Kota Metro, Eni, Senin (30/08/2021).

Lebih lanjut, kata Eni sejumlah pedagang memiliki asumsi sendiri dan tidak mengindahkan surat pemberitahuan dari Dinas Perdagangan Kota Metro.

“Dari retribusi pertokoan yang seharusnya di bayar dengan mengansur lima kali sebesar Rp. 185.850.000 dan baru terealisasi Rp. 36.885.000. Artinya baru mencapai 19,84 persen,”jelasnya.

Oleh karna itu, Pemkot Metro mengambil langkah tegas.  “Jadi pada tanggal 18 Agustus 2021 telah melakukan penyegelan 25 pertokoan di Pasar Margorejo, yang tidak memenuhi kewajiban membayar ansuran yang jatuh temponya pada tanggal 30 Juli 2021,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Margorejo, Suyatnuri meminta Pemkot Metro mengkaji kembali Perda tersebut. 

Ia menilai Perda tersebut tidak dilengkapi draf dokumen dalam penerapanya yakni Peraturan Walikota Metro.

“Kita sebagai pedagang kalau semua sesuai dengan aturan. Ya kita ikuti, inikan terkait penerapan Perda,”kata dia.

Suyatnuri kembali menegaskan, bahwa masalahnya sangat sederhana sekali, dan meminta di sesuaikan.

“Tolong disesuaikan, kalau pasar ya pasar, di situkan sudah jelas pasal-pasalnya. Kalau Perdanya benar, cuma penerapanga saja yang belum kami terima sampai saat ini,”pungkasnya.(*)

You might also like

error: Content is protected !!