Kota Metro

Dua Tahun Mangkrak, Pemkot Metro Sebut Tender Cepat Fasilitas Pande Besi

44793
×

Dua Tahun Mangkrak, Pemkot Metro Sebut Tender Cepat Fasilitas Pande Besi

Sebarkan artikel ini

METRO |Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Koperasi UMKM,  dan Perindustrian melakukan tender cepat paket pengadaan barang penyediaan peralatan produksi pade besi di Banjarsari Metro Utara Kota Metro Lampung dengan pagu anggaran sebesar Rp.695.040.500,00 bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021.

Kadis Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Metro, Siti Aisyah

Kadis Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Metro, Siti Aisyah membenarkan hal tersebut. Ia mengaku proses tender dilakukan percepatan agar segera bisa di operasionalkan.

“Jadi sekarang sudah ada pemenangnya. Peralatan belum datang, nanti mungkin sekitar Oktober 2021 mendatang,”ungkapnya, Senin (30/08/2021).

Lebih lanjut, kata Siti saat ini baru peralatan pade besi yang bisa diakomudir mengingat jumlah anggaran pemerintah terbatas.

“Idustri Kecil Menengah (IKM) kan banyak. Mereka nanti bisa bergantian memanfaatkan fasilitas pade besi secara bergantian. Saat produksi saja, jadi mereka tidak tinggal disana,”jelasnya.

Terkait dasar hukum, Siti menambahkan. Prihal tersebut berdirinya pande besi mengacu pada Perda No. 05 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Metro Tahun 2019-2039.

“Sedangkan untuk untuk draf Perwali belum ada, nanti kita susun dulu,”tegasnya.

Apakah pengerajian IKM nanti di tarik retibusi ketika memakai fasilitas tersebut. “Untuk saat ini belum ada. Saya berharap kedepan ketika nanti sudah tertata. Jadi perlu kita ketahui juga, IKM-IKM itukan permodalannya sanggat minim, bisa dipastikan nanti semuanya gratis,”pungkasnya.

Diketahui, pembangunan fisik pada 2019 Pemkot Metro mendapat suntikan anggaran sebesar Rp.1.139.890.540,00 dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan gedung Pande Besi. Kemudian pada 2021 dapat tambahan sekitar Rp. 200 juta untuk pembangunan pagar pengadaan langsung (PL) oleh pihak ketiga, dan sebagai tenaganya dalam bentuk padat karya.

Bila ditotal secara rinci pembangunan pande besi plus fasilitas operasional tersebut sudah menghabiskan hampir dua Miliar uang rakyat. Bila kedepan tidak berjalan sesuai harapan Pemerintah tentu, hal tersebut terjadi pemborosan angggaran yang sia-sia, dan perencanaan dinilai gagal total.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!