
Metrodeadline.com |Suksesnya penyelenggaraan program JKN-KIS tidak terlepas dari peran sentral yang dilakukan oleh para Kader JKN. Dengan kehadiran para Kader JKN-KIS, membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dan merasa lebih dekat dengan penyelenggaraan Program JKN-KIS.
BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN-KIS terus mengawal para Kader JKN untuk terus memaksimalkan perannya dalam memenuhi kebutuhan peserta binannya. Atas dasar hal tersebut, BPJS Kesehatan menggelar kegiatan evaluasi terhadap para Kader JKN, Selasa (24/08).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro Wahyudi Putra Pujianto mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19, seluruh Kader JKN terus berkomitmen mengoptimalkan perannya dalam memberikan edukasi dan mengingatkan peserta JKN-KIS untuk rutin melakukan pembayaran. Meski begitu, Wahyudi tetap menenkankan bahwa seluruh Kader JKN tetap harus memprioritaskan diri mereka untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terjaga dari penyebaran virus.
“Mohon setiap Kader JKN tetap jaga diri dan kesehatan mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Jangan lupa untuk tetap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS. Jika memilih untuk datang langsung, utamakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menyiapkan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran covid-19 atau bisa juga menggunakan saluran telepon, sms dan whatsapp untuk mengedukasi dan mengingatkan peserta,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan sesuai dengan arahan pemerintah, kini semua pelayanan dapat dialihkan pada layanan non tatap muka. Hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk mengurangi adanya penyebaran virus covid-19. Dengan berbagai inovasi digital yang dihadirkan, Wahyudi meminta seluruh Kader JKN dapat mengarahkan peserta binaannya untuk dapat mengakses layanan melalui Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA).
“PANDAWA ini merupakan salah satu layanan alternatif yang dapat memudahkan bagi peserta JKN-KIS, apalagi saat ini hampir semua kalangan mempunyai media sosial WhatsApp (WA). Jadi dengan layanan PANDAWA yang tanpa tatap muka ini kami harapkan dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19,” ungkap Wahyudi.
Adapun layanan administrasi yang dapat dilayani melalui PANDAWA antara lain daftar baru, tambah anggota keluarga, pendaftaran bayi baru lahir, ubah jenis kepesertaan, ubah data identitas, ubah data golongan dan gaji, ubah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), penonaktifan peserta meninggal, perbaikan data ganda dan pengaktifan kembali kartu.
Selain itu, Wahyudi juga berpesan kepada Kader JKN untuk mengarahkan peserta binaanya secara aktif mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakkan oleh pemerintah, hal ini semata-mata untuk menekan penyebaran virus Covid-19.
Pada kesempatan tersebut, Lulun Larasati (34) yang merupakan salah satu Kader JKN yang bertugas di wilayah Kabupaten Lampung tengah menjelaskan bahwa dari seluruh warga binaannya yang ia datangi, ia selalu menemukan kendala yang sama, yaitu kesulitan untuk membayar iuran.
Menurutnya, mereka yang sudah lebih dari satu tahun terkena dampak pandemi covid-19, mengalami kebingungan karena tidak memiliki penghasilan yang tetap. Ahmad mengaku tidak sedikit dari warga binaannya saat ini telah dirumahkan oleh perusahaan mereka akibat adanya virus covid-19.
“Hambatan utama kami di lapangan yang paling sering kami temui adalah peserta JKN-KIS yang bekerja pada sektor usaha kecil mengalami kesulitan membayar karena tidak memiliki penghasilan tetap. Tetapi ada juga yang sebenarnya sadar akan pentingnya membayar iuran karena secara tidak langsung sangat menolong orang lain,” tutup Lulun.
