Oknum Advokat Diduga Tidak Bertanggungjawab Melanggar Sumpahnya

foto net ilustrasi

Metrodeadline – Kuasa diberikan secara tertulis oleh Sis, May dan Tia ahli waris almarhum Naj warga Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur atas sebidang tanah seluas 4 hektar.

Kuasa tertulis tersebut diberikan oleh ketiga orang ahli waris kepada seorang oknum advokat atau pengacara berinisial, Syam dari Bandar Lampung pada tahun 2013 silam.

Ahli waris minta bantuan Syam dan Partner guna mengurus tanah tersebut berdasarkan keputusan Pengadilan Agama Metro yang disinyalir di klaim sebuah perusahaan di Lampung Timur.

“Sidang penetapan kami sebagai ahli waris di Pengadilan Agama Metro sudah, waktu mau sidang PTUN di Pengadilan Negeri Metro kami bertiga dan 2 saksi datang, tapi pihak perusahaan dan pengacara tidak, ada apa sebenarnya ini,” ungkap Siswati kepada metrodeadline pada Sabtu, 5 September 2020 dirumahnya.

Bahkan setelah itu, 2 buah nomor telepon seluler (Ponsel) atau handphone (HP) atau Aplikasi WhatsApp (WA) milik Syam advokat itu dinonaktifkan.

“Dua nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi sampai sekarang, pernah aktif, waktu ditelpon nggak diangkat, di WA nggak dibales,” keluhnya.

Gayung pun bersambut, belum lama ini diluar dugaan Syam kembali mengaktifkan nomor handphone +62 813-7952-91.. pada Jum’at 26 Februari 2021.

Setelah metrodeadline mengirim pesan huruf “P” tunggal pada pesan WhatsApp (WA) Syam, ia pun membalas.

“Iya, siapa ya?,” Tanya Syam santun pada Jum’at, 26 Februari 2021 pukul 20.10 WIB.

Metrodeadline pun memperkenalkan diri dengan menggunakan identitas lengkap baik nama maupun profesi.

“Oooh ya pak terimakasih perkenalannya, apa yang bisa dibantu kira-kira pak?,” Tutur pengacara itu dengan lantun sembari menawarkan jasa.

Baru kemudian konfirmasi disampaikan metrodeadline kepada Syam pada Selasa, 9 Maret 2021 jam 04.32 WIB.

Inilah bunyi konfirmasi tersebut, apakah pak Syam pada tahun 2013 lalu pernah menangani perkara 3 orang ahli waris warga Sukadana.

Akan tetapi sangat disayangkan urusan yang ditangani pak Syam dan partner belum tuntas dan tidak ada titik terang hingga kini.

Maka oleh sebab itu saya atas nama ketiga orang ahli waris tersebut mohon bantuan bapak.

Sebab bantuan bapak sedari awal sampai tuntas itu sangat kami harapkan dan sangat kami butuhkan untuk menyelesaikan urusan dimaksud.

Demikian disampaikan dengan harapan agar kiranya dapat diselesaikan, atas perhatian, bantuan dan tindaklanjutnya diucapkan terimakasih, diharap untuk maklum.

Menyikapi hal itu, Syam seakan tak berkutik, sepatah katapun ia tak memberi balasan , melainkan mengirim balik identitas lengkap Metrodeadline namun tak lama kemudian dihapus.

“Kok dihapus pak,” tanya metrodeadline, sebaliknya identitas lengkap Metrodeadline dikirimkan kembali.

Akhirnya, Syam memblokir nomor Kabiro Metrodeadline pada hari itu juga tepatnya pada pukul 16.55 WIB.

Inilah bunyi sumpah/janji profesi yang pernah diucapkan oleh Syam dan Partner sebagai advokat seperti dikutip dari hukumclick.wordpress.com.

“Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji, bahwa saya akan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, bahwa saya untuk memperoleh profesi ini, langsung atau tidak langsung dengan menggunakan nama atau cara apapun juga, tidak memberikan atau menjanjikan barang sesuatu kepada siapapun juga; bahwa saya dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pemberi jasa hukum akan bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab berdasarkan hukum dan keadilan; bahwa saya dalam melaksanakan tugas profesi di dalam atau di luar pengadilan tidak akan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada hakim, pejabat pengadilan atau pejabat lainnya agar memenangkan atau menguntungkan bagi perkara Klien yang sedang atau akan saya tangani; bahwa saya akan menjaga tingkah laku saya dan akan menjalankan kewajiban saya sesuai dengan kehormatan, martabat, dan tanggung jawab saya sebagai Advokat; bahwa saya tidak akan menolak untuk melakukan pembelaan atau memberi jasa hukum di dalam suatu perkara yang menurut hemat saya merupakan bagian daripada tanggung jawab profesi saya sebagai seorang Advokat”.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!