Makna Komposisi Visual Lambang Kelompok Sadar Wisata “Puncak Tamiang”

LAMPUNG TIMUR – Rencananya, Gunung Tamiang beralamat di Jalan Lintas Pantai Timur Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur Kilometer 196 hendak dikembangkan menjadi Objek Wisata.

Sejumlah masyarakat membentuk dan tergabung dalam Struktur Susunan Organisasi Kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Tamiang Lampung Timur Periode 2020-2023 pada Sabtu, 12 Desember 2020.

Setelah terbentuk, Pengurus Pokdarwis Puncak Tamiang Lampung Timur yang dipimpin oleh Dadang Ginanjar Dinata langsung membuat cap/stempel dan diteruskan dengan pembuatan lambang..

Komposisi visual lambang Pokdarwis Puncak Tamiang Lampung Timur yang terdiri dari enam macam yaitu gambar matahari, burung, gunung, pohon kayu, rumpun bambu, badan jalan dan gambar motif tapis Lampung yang memiliki makna masing-masing.

Kesatu, gambar matahari bermakna pesona keindahan panorama alam di Puncak Gunung Tamiang pada saat matahari terbenam (sunset) maupun ketika terbit (sunrise).

Kedua, gambar gerombolan burung walet bermakna masyarakat seringkali melihat gerombolan burung walet itu terbang bebas lepas melayang-layang disekitar Gunung Tamiang tetapi tidak diketahui dimana rimbanya bersarang.

Ketiga, gambar dua gunung bermakna Gunung Tamiang dan Gunung Kamumuk, dimana Gunung Kamumuk yang hanya berjarak seratusan meter di lintang Barat Daya Gunung Tamiang.

Keempat, gambar pohon kayu dan rumpun bambu bermakna pohon kayu antimang dan bambu tamiang, dimana pada jaman dahulu telah tumbuh dengan subur sehingga menjadi sebutan pada Gunung Tamiang.

Meskipun telah punah namun terdapat cerita mistis, suatu ketika pohon kayu Antimang akan ditebang, saking besar ukurannya, pekerjaan penebangan juga membutuhkan waktu tak sebentar.

Keesokan penebang akan melanjutkan tebangannya, ternyata bekas goloknya di pohon tersebut hilang bahkan kondisinya telah kembali seperti semula.

Ampuhnya, sekalipun penebang berhasil merobohkan pohon antimang, ternyata pohon antimang tersebut berdiri tegak kembali seperti sediakala.

Kelima, gambar ruas badan jalan menuju ke puncak Gunung Tamiang bermakna eks ruas badan jalan lingkar peninggalan penjajah Belanda maupun Jepang yang mengelilingi mulai dari kaki, lereng dan sampai ke puncak Gunung Tamiang dari semua lintang.

Gambar ruas badan jalan lurus di kaki Gunung Tamiang bermakna letak Gunung Tamiang strategis berjarak ratusan meter dari tepi ruas badan jalan Lintas Pantai Timur Desa Sukadana Kilometer 196.

Keenam, gambar motif tapis Lampung bermakna topografi dataran tinggi di lintang Selatan “Bumei Tuah Bepadan” Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur terdapat Gunung Tamiang dengan ketinggian 1,600 meter diatas permukaan laut (dpl).

Program kerja Pokdarwis Puncak Tamiang Lampung Timur dengan cara swadaya merehabilitasi ruas badan jalan lingkar peninggalan penjajah Belanda maupun Jepang dan mempersiapkan area parkir dan arena spot serta lainnya.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!