Pengukuran Jalan Khusus Akses Menuju Puncak Tamiang Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR – Kegiatan pengukuran eks jalan peninggalan penjajah Belanda dan Jepang dikawasan Gunung Tamiang Desa Sukadana Kecamatan Sukadana dilaksanakan Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Tamiang Lampung Timur pimpinan Dadang Ginanjar Dinata.

Tujuan akan melakukan rehabilitasi akses menuju Puncak Gunung Tamiang Desa Sukadana yang sesuai dengan rencananya akan dikembangkan menjadi objek wisata bernama Puncak Tamiang Lampung Timur.

Pengukuran dimulai dari tepi Jalan Lintas Pantai Timur (Jalin Pantim) Dusun Asem Kamal Desa Sukadana atau mulai dari kaki, lereng sampai ke Puncak Gunung Tamiang melalui persetujuan masyarakat disepanjang jalan itu.

“Pengukuran jalan menuju ke Puncak Tamiang, Alhamdulillah sudah ada persetujuan, yang belum 2 sampai 3 orang lagi, kalau sudah ada badan jalan mantap itu,” tutur Dadang Ginanjar Dinata pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 15.22 WIB.

Panjang jalan tersebut lebih kurang 1,100 meter mulai dari tepi Jalan Lintas Pantai Timur hingga ke tanah garapan Tatang Suganda, sedangkan ukuran 2 kilometer jalan lingkar dari ke Tulung Merung Dusun Kayu Tabu.

“Panjang jalan dari pinggir jalan lintas timur ke puncak 1100 meter sudah sampai ke tanah mang Tatang, 2 kilometer sampai jalan Tulung Merung,” kata Ketua Pokdarwis Puncak Tamiang Lampung Timur itu.

Akses jalan lingkar peninggalan penjajah dari ke Tulung Merung dijadikan program peningkatan sesuai perkembangan.

“Iya itu jadi plan aja buat kedepannya, karena kalau sudah mulai dibuka nggak menutup kemungkinan cepat juga program pembangunan kita,” pungkasnya.

Sebulan sudah surat pinjam pakai alat berat dilayangkan ke pimpinan PT. Tunas Baru Lampung belum dibalas terhitung sejak tanggal 26 November 2020 sampai 26 Desember 2020.

Sementara, Widodo selaku HRD melalui Muhammad Toha Security berjanji akan menghubungi Idrus Kepala Desa Sukadana.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!