Kajian Bangunan di Gunung Temiang Lampung Timur, BPCB Banten, Juliadi : Dilihat Konteksnya

LAMPUNG TIMUR – Hasil pantauan metrodeadline pada Kamis, 19, Sabtu, 21 dan Senin 23 November 2020 di Gunung Temiang Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur ditemukan berbagai jenis pondasi dan puing-puing bangunan peninggalan penjajah baik Belanda maupun Jepang sebagai situs bersejarah yang dapat dijadikan cagar budaya.

Hasil pantauan di kaki maupun di puncak Gunung Temiang tersebut disampaikan metrodeadline kepada Ulfa Laida Kepala Bidang Kebudayaan (Kabid) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Timur pada Selasa, 24 November 2020 diruang kerjanya.

Selanjutnya, perihal tersebut dilaporkan oleh Ulfa Laida Kabid Kebudayaan Disdikbud Lamtim Julaidi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Banten.

Selanjutnya, Juliadi Kasubag TH BPCB Banten juga mempertanyakan kepada Ulfa Laida, apakah ditemukan serpihan keramik atau lainnnya di Gunung Temiang tersebut.

“Maaf, disekitar Gunung Temiang selain puing-puing bangunan apakah ada ditemukan serpihan keramik atau yang lain,” tanya Ulfa kepada metrodeadline pada Jum’at, 26 November 2020 pukul 16.50 WIB melalui WhatsApp.

Serpihan keramik tersebut dipertanyakan oleh Julaidi Kepala Bidang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Banten.

“Itu, yang nanya dari BPCB Serang,
jarena saya sudah nanya tentang puing-puing yang di Gunung Temiang,” jelas Kabid Kebudayaan Disdikbud Lamtim.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Lamtim akan mengadakan rapat pada Senin, 30 November 2020 dalam rangka rencana meninjau bangunan peninggalan Belanda dan Jepang di Gunung Temiang.

“Senin, kita rapat kecil dulu dengan staf, nanti dikabarin kalau mau turun,” pungkasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Juliadi Kasubag TU BPCB Propinsi Banten, ia memang mempertanyakan pada Kabid Kebudayaan Disdikbud Lamtim selain temuan struktur, apakah terdapat temuan lain seperti keramik atau yang lainnya.

“Saya tanyakan ke bu Ulva, selain temuan struktur apakah ada temuan lain seperti misalnya keramik atau yang lainnya,” kata Juliadi kepada metrodeadline pada Sabtu, 28 November 2020 jam 06.54 WIB melalui WhatsApp.

Menurutnya, banyak hal yang harus dilihat, apabila ada temuan baru yang masih butuh kajian.

“Banyak hal yang harus dilihat apabila ada temuan baru yang masih butuh kajian, strukturnya menggunakan bahan apa, teknologinya dan lain-lain,” ujarnya.

“Jangan patokan keramik, itu hanya memberi contoh bahwa apabila ada temuan perlu dilihat konteksnya dengan temuan lain jika ada, matriknya dan lain-lain,” pungkas Kasubag TU BPCB Banten.

Bangunan Peninggalan Penjajah Belanda dan Jepang di puncak Gunung Temiang berupa benteng, dapur, tungku, bak air, WC cemplung, anak tangga, sel dan bangunan rumah akan tetapi hanya tinggal pondasi dan puing-puing saja.

Konon kabarnya juga terdapat senjata api jenis meriam, ranjang besi dan bunker akan tetapi hilang dan tertutup.

Di kaki Gunung Temiang berjarak 200 meteran dari Jalan Lintas Pantai Timur terdapat 2 bangunan sumur lengkap dengan 2 kamar mandi.

Sedangkan jarak dari tepi bahu ruas badan Jalan Lintas Pantai Timur menuju ke puncak Gunung Temiang lebih kurang 2 kilometer mengikuti eks jalan lingkar bangunan Belanda sama halnya apabila melalui Dusun Tulung Merung Kayu Tabu lebih kurang 2 kilometer.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!