Budaya

Tiga Kawasan Peruntukan Pariwisata Ditelusuri

680029
×

Tiga Kawasan Peruntukan Pariwisata Ditelusuri

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG – Letak 3 kawasan peruntukan pariwisata dalam wilayah Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung ditelusuri, ke-tiganya yaitu 1 objek wisata budaya dan 2 objek wisata alam.

Kawasan peruntukan pariwisata budaya yaitu museum budaya yang merupakan pusat sanggar kesenian berlokasi di Kecamatan Sukadana dengan luas lebih kurang 4 hektar atau 40,000 meter persegi.

Kawasan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011-2031, Pasal 38 Ayat (2) huruf c.

Kawasan peruntukan pariwisata alam yaitu Objek Wisata Air Terjun Way Galing dan Air Terjun Way Teginang di Way Sekampung, Lampung, 1927 bersumber dari ANRI dan KIT Sumsel 953/76, Citra Kabupaten Lampung Timur Dalam Arsip, Arsip Nasional Republik Indonesia Jakarta 2014.

Penelusuran dilakukan mulai dari masyarakat Kecamatan Sukadana sampai Kecamatan Jabung, terutama tempat tinggalnya yang dilintasi aliran sungai Way Sekampung Kabupaten Lampung Timur dengan panjang lebih kurang 70 dari 265 kilometer.

Herwan warga Desa Gedung Wani Kecamatan Marga Tiga mengatakan di Desanya yang dilintasi sungai Way Sekampung, dihulu pembangunan Bendungan Marga Tiga tidak terdapat air terjun.

“Nggak ada sepertinya di Gedung Wani air terjun,” kata Herwan pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 23.39 WIB singkat.

Hal senada dikatakan oleh Raja Bandarsyah baik di Kecamatan Sekampung Udik maupun Kecamatan Marga Sekampung tidak terdapat air terjun, berkemungkinan lokasi Air Terjun terletak di Kecamatan Jabung.

“Nggak ada kalau di Sekampung Udik dan Marga Sekampung. Nggak tau kalau di seputaran Jabung, nggak ada kalau disini,” tutur Bandarsyah warga Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik pada Senin, 26 Oktober 2020 jam 00.30 WIB.

Demikian pula dengan Heri Febriansyah, SH aktivis asal Desa Jabung Kecamatan Jabung tempat tinggalnya disekitar bangunan Bendungan Gerak Jabung aliran Sungai Way Sekampung yang diresmikan pada 29 September 2020.

“Kurang tau, tapi sependengaran saya baru denger sekarang,” kata Ferbri pada Jumat, 30 Oktober 2020 pukul 12.20 WIB.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Lampung Timur, Ulfa tidak mengetahui Kawasan Peruntukan Pariwisata yaitu Museum Budaya pusat sanggar kesenian di Kecamatan Sukadana luas lebih kurang 4 hektar tersebut.

“Untuk bangunan museum budaya dan lokasinya 4 hektar kita belum tau, masih mau tanya dulu,” kata Ulfa pada 14 Oktober 2020 jam 11.00 WIB diruang kerjanya.

Begitu juga dengan Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur, Adianto juga tidak mengetahui lokasi museum budaya tersebut.

“Kurang paham juga, ini RTRW ya, Kalo RTRW orang Bappeda yang tau,” kata Adianto pada 21 Oktober 2020 pukul 14.31 WIB.

Diperoleh informasi Air Terjun Way Galing diperkirakan terletak Dusun 1 Desa Negeri Jemanten Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur dihilir lokasi pembangunan Bendungan Marga Tiga.

Menurut Muhammad Samsi bergelar Adat Pengiran Perdana, dipinggir kebun kelapa milik Muhammad Ali bergelar Adat Pengiran Semenokano atau Suttan Sejagat orangtuanya terdapat air terjun setinggi 3 meteran mirip Air Terjun Way Guruh di Desa Lehan Kecamatan Bumi
Agung Kabupaten Lampung Timur.

“Dulu ada air terjun dipinggir kebun kelapa dibelakang rumah Sidi (kakek), tingginya sekitar 3 meteran hampir sama dengan air terjun di Lehan,” ungkap Samsi pada Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 12.07 WIB.

Bahkan kini lokasi tersebut telah tiada lantaran berada dihilir lokasi kegiatan pembangunan bendungan Marga Tiga untuk dibangun ruas badan jalan.

“Sekarang (air terjun) nggak ada lagi karena sudah digusur diratakan untuk lintasan bangunan jalan bendungan,” pungkasnya.

Namun menurut Agus Nadi Kepala Dusun 1 Desa Negeri Jemanten Air Terjun tersebut tidak ada, yang ada bukan bersumber dari aliran sungai Way Sekampung melainkan dari sumber aliran anak sungai yang dalam bahasa daerah Lampung disebut ulu supuk.

“Sepengetahuan saya tidak ada, sebelum digusur (untuk lokasi) bendungan memang ada sekarang sudah kena gusur, (tapi) bukan (dari aliran sungai Way Sekampung), aliran dari anak sungai,” kata Agus pada Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 13.52 WIB melalui WhatsApp.

(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!