Musa Ahmad Sosok yang Akrab Meski Dengan Lawan Politiknya


LAMPUNG TENGAH – Saat pengundian nomor urut calon bupati di Kantor KPU Lampung Tengah lalu menyisakan beberapa fakta tersendiri, khusunya bagi calon Bupati Musa Ahmad.

Pertama, saat dikonfirmasi terkait nomor urut calon, tidak hanya sekedar angka, nomor dua yang ia dan Ardito Wijaya dapat bukan hanya sekedar simbol kemenangan, tapi juga melalui proses spritualitas dan dinamika.

Rupanya, lelaki yang akrab disapa Ahi itu mendapatkan sejumlah pengalaman spirituil tentang angka dua.

Pengalaman itu ia lemparkan kepada orang-orang terdekatnya. Sebelum pengundian menurut Ahi, sejumlah orang mengatakan jika ia bersama Ardito Wijaya akan mendapat nomor dua.

Berbagai cara orang-orang di sekitarnya menyampaikan jika pasangan dengan jargon Berjaya itu akan mendapat nomor urut dua. Mulai dari mimpi, doa dan ikhtiar.

“Nomor dua ini ada simbol kemenangan (merujuk pada simbol ‘V’ di antara jari telunjuk dan tengah yang melambangkan makna ‘Victory’ atau kemenangan,” kata Musa Ahmad saat dikonfirmasi di Kantor KPU Lamteng.

Tak hanya itu, dua juga ia maknai sebagai simbol kepimpinan yang melibatkan dua orang pemimpin, yakni bupati dan wakil bupati, atau pemimpin dan masyarakatnya.

“Kita bisa menyaksikan ekspresi keyakinan Musa Ahmad saat membuka nomor urut yang sudah ia pegang. Begitu mengetahui ia mendapatkan nomor urut dua, sontak sang calon bupati memekikkan kalimat.”MENANG. BERJAYA.” sambil mengepalkan tangannya ke atas dan membentuk dua jari dengan simbol V ke udara.

Pemandangan yang diperlihatkan Musa Ahmad jauh berbanding terbalik dengan ekspresi dua calon lainnya yang cenderung pasif bahkan, mugkin saja kecewa karena nomor yang mereka harapkan tak sesuai keinginan.

Momen keakraban lainnya yang beliau perlihatkan, yakni saat dua pasang calon lainnya sibuk berdiskusi dengan tim sukses yang mendampingi, beliau menatap jauh dari podium utama membalikan badannya untuk sekedar menyapa puluhan orang yang menunggunya di depan gerbang Kantor KPU dengan melambaikan tangan sambil memekikkan kalimat ‘BERJAYA’ dan menaikkan tangannya dengan jumlah dua jari dan membentuk huruf ‘V’ dengan makna kemenangan.

Sebelum pengundian nomor urut calon, mantan wakil bupati Lamteng periode 2008-2010 itu juga memperlihatkan bahwa ia adalah orang yang supel dan tak canggung berbaur dengan orang lainnya, termasuk kepada para kandidat lainnya.

Satu kali waktu, saat kedua calon bupati lainnya tampak duduk terdiam di bangku yang sudah disiapkan oleh pihak KPU, dalam sekali momen perbicangan, Musa Ahmad bahkan tak sungkan memantikkan api rokok kepada Imam Suhadi, yang tak lain adalah kompatriotnya di Pilkada Lamteng kali ini.

Itu bukan kali pertama Musa bersikap akrab kepada kawan ngobrolnya, di berbagai kesempatan saat pengajian akbar keliling kampung bersama Ustaz Soleh Mahmud (Solmed), pemandangan seperti yang ia lakukan terhadap Imam Suhadi ia perlihatkan kepada Ardito Wijaya sebagai calon wakilnya, atau terhadap tamu undangan di acara tersebut.

Tak hanya itu, Musa Ahmad juga pernah memantikkan api rokok kepada sosok Mudiyanto Toyib, sosok sepuh yang pernah menjadi pasangannya pada kontestasi Pilkada Lamteng 2015 lalu. Momen itu terjadi saat keduanya berjumpa di Kantor DPC Demokrat Lamteng beberapa waktu lalu.

Semoga suasana hangat dan persahabatan yang bisa beliau bangun, bahkan terhadap lawan politiknya sekalipun, menjadi isyarat keakraban beliau kepada masyarakatnya. (red)

You might also like

error: Content is protected !!