
LAMPUNG – Klaim asuransi kematian atas nama almarhum Karim telah diajukan Poniyem selaku istri warga Kampung Rekso Binangun Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung.
Klaim diajukan oleh Poniyem ahli waris sepeninggal Karim suaminya kepada Kepala Cabang PT. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera.
Akan tetapi hingga kini lebih kurang selama 2 tahun berturut-turut tidak kunjung terealisasi hanya selalu dianjurkan sabar menunggu.
Polis, premi asuransi sebagai persyaratan lengkap lain untuk pengajuan klaim telah diserahkan kepada Hardi Karyawan PT. AJB Bumiputera Kecamatan Rumbia.
“Karena kata ibu mertua semua udah dikumpulin ke Kantor melalui pengurus Bumi Putera yang dilapangan, nggak ada tanda terima dan udah lama sekisar 2 tahun,” kata Ari menantu almarhum Karim pada Selasa, 24/8/2020 pukul 21.18 WIB.
Ketika di cek di Kantor Cabang Asuransi Bumi Putera di Bandar Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah data klaim terdaftar.
“Tapi waktu aku ke Kantor di cek di komputer nama almarhum bapak mertua terdaftar ada … tapi kok nggak keluar-keluar,” ujar Ari menantu almarhum Karim.
“Terus, kata pimpinan Bumi Putera Bandar Jaya, klaim udah dijadwalkan keluarnya santunan kematian, tapi disuruh nunggu dan sabar, mau sampai kapan, kami harap segera dibayar,” harapnya.
Ketika akan dikonfirmasi, Hardi Karyawan PT. AJB Bumiputera Kecamatan Rumbia sulit ditemui atau dihubungi oleh tim metrodeadline baik dirumah maupun melalui telepon selulernya.
“Saya kemarin 2 kali kerumah Hardi tapi nggak pernah ketemu,” pungkasnya.
Mengutip, CNBC Indonesia, edisi Selasa, 25 Agustus 2020 dengan judul, Geger Asuransi!!!, DPR Panggil OJK, Nasabah MPAM Hingga Kresna.
Komisi XI DPR RI mengundang Otoritas Jasa Keunagan (OJK) dan sejumlah nasabah asuransi untuk hadir dalam pembahasan masalah di industri asuransi.
Inisiatif dari DPR ini dilakukan setelah mendapati banyak kasus gagal bayar klaim yang dilakukan sejumlah perusahaan asuransi yang membuat para nasabah teriak.
Dalam undangan yang disampaikan oleh DPR kepada nasabah, disebutkan akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.
Pertemuan juga akan dilakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Serikat Pekerja AJB Bumiputera, Nasabah AJB Bumiputera, Nasabah Minna Padi Aset Manajemen (MPAM), Nasabah Wana Artha, Nasabah Pan Pasific dan Nasabah Asuransi Kresna.
Pertemuan akan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB di Gedung Nusantara Komplek DPR RI.
Salah satu nasabah Minna menyebutkan akan banyak nasabah yang hadir dengan dresscode hitam-hitam untuk mendukung pertemuan tersebut.
“… Kami akan membawa banyak nasabah untuk ikut mendukung acara RDP ini. Acara RDP ini sendiri dijadwalkan jam 10 pagi, tapi kami jam 9 sudah standby,” kata nasabah tersebut.
Kasus gagal bayar klaim perusahaan asuransi kepada nasabah dalam sepuluh tahun terakhir membuat cemas masyarakat. Apalagi kasus gagal bayar tersebut terjadi pada perusahaan-perusahaan asuransi besar membuat harapan publik terhadap industri asuransi pupus.
Kasus gagal bayar yang paling baru terjadi yakni PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life. Kasus Kresna menambah deretan kasus gagal bayar asuransi jiwa di Indonesia setelah sebelumnya dialami nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Perusahaan asuransi jiwa Grup Kresna ini menurut OJK telah melanggar ketentuan mengenai pelaksanaan rekomendasi atas hasil pemeriksaan sebelumnya. Sanksi ditetapkan melalui surat OJK nomor S – 342/NB.2/2020 tanggal 3 Agustus 2020.
(Ropian Kunang/Hariyanto)
