Berikan Pelatihan Sediakan Lapangan Kerja Cegah Kejahatan Residivis Kambuhan

LAMPUNG TIMUR – Program kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi mantan narapidana akan diusulkan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Labuhan Meringgai, Kompol Yaya Karyadi, S.,Ag.,M.,Si.

Usulan tersebut akan diajukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, nantinya dapat mengalokasikan dana APBD guna mengadakan lapangan kerja dalam rangka mengurangi tingkat angka kejahatan.

“Dalam rangka mengurangi angka kejahatan di Lampung Timur, seperti diwilayah Jabung, Gunung Pelindung, Labuhan Meringgai dan sekitarnya maka perlu diambil langkah-langkah,” kata Kapolsek Labuhan Meringgai baru-baru ini kepada metrodeadline.com diruang kerjanya.

“Kita mungkin akan mengusulkannya kepada Pemerintah Daerah, untuk membuat program pelatihan-pelatihan bagi mantan narapidana. Kemudian memberikan keterampilan-keterampilan, syukur-syukur kalau Pemerintah Daerah bisa mengalokasikan (dana APBD) untuk diadakannya lapangan pekerjaan buat mereka.”

“Sehingga mereka para mantan pelaku kejahatan ditemukan solusi, disamping itu ada sebuah gerakan bersama-sama masyarakat dari wilayah sini agar supaya mendukung Kepolisian memberantas semua kejahatan yang ada,” terang Kompol Yaya Karyadi.

Seperti kejahatan konvensional yang meliputi pencurian dan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penipuan, penggelapan, penganiayaan berat dan pencurian disertai dengan kekerasan (curas) dan penyalahgunaan narkoba.

“Tindak pidana konvensional, kemudian narkoba, mereka mendukung semua, artinya kedepan tidak boleh ada yang menghalang-halangi Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas itu, disamping itu tindaklanjutnya adalah upaya-upaya pembinaan dari stakeholder.”

“Pembinaan dari stakeholder yang ada, diberikan kepada generasi muda artinya mereka kembali pada pola pikir yang positif dengan meningkatkan semangat kerja masyarakat. Itu diadakan pelatihan-pelatihan dan semacam program dari Pemerintah Daerah,” urai Yaya panggilan keseharian Yaya Karyadi.

“Sehingga nantinya akan seimbang, dari segi Agama diperkuat dan juga akhlak yang mulia. Karena kejahatan cenderung dilakukan disebabkan karena 3 faktor, faktor pertama karena kosong iman, ilmu dan kosong perut. Kalau ketiga yang kosong ini dikuatkan semua, nanti mudah-mudahan akan terisi, kejahatan akan semakin berkurang.”

Sementara, bagi para narapidana yang masih menjalani hukuman di rumah tahanan (rutan) maupun di lembaga pemasyarakatan (LP) ada pihak yang telah bertanggungjawab.

“Kalau di Rutan atau LP itu sudah ada tanggungjawabnya, dari LP sudah ada Kemenkumham didalamnya, sehingga mereka sudah membuat program-program,” jelasnya.

Sekeluarnya mantan narapidana perlu diawasi dan dipantau jangan sampai terjadi pembiaran mengulangi kejahatan atau residivis kambuhan.

“Cuman yang paling penting setelah mereka keluar perlu adanya tindaklanjut dari program yang ada di Rutan atau LP. Sehingga mereka perlu diawasi dan dipantau jangan dibiarkan sampai melakukan tindak pidana lagi.”

Sehingga terjadi asimilasi, pembauran yang memunculkan kemauan untuk kembali mengulangi perbuatan menjadi residivis kambuhan demi kebaikan.

“Salah satu contoh, masih kata Yaya, asimilasi kemarin juga ada yang sudah keluar melakukan tindakan lagi. Karena program dan pembinaannya tidak berkelanjutan, itu hanya pemikiran kami dari Kepolisian, semuanya bekerja untuk mencapai kebaikan.”

Apakah tidak menutup kemungkinan kegiatan pelatihan dan lapang kerja juga diperuntukkan bagi para pemuda yang masih berstatus pengangguran.

“Ya, seyogyanya demikian program dari Pemerintah Daerah pasti ada alokasi anggaran yang mengarah kesana. Tinggal hanya nanti kemauan mereka ini yang diberikan, komit apa nggak, artinya pemudanya ini benar-benar komitmen apa nggak dengan program-program yang diberikan itu,” paparnya.

“Kalau benar-benar komit, maka yakinlah pasti Pemerintah Daerah akan dapat memberikan program-program yang positif. Tapi sekali lagi, bisa merubah masyarakat yang tadinya pelaku akan menjadi orang yang baik-baik.”

Kepolisian Sektor Labuhan Meringgai berharap selalu dapat bekerjasama dengan Forkopimcam dan seluruh stakeholder dalam menjaga keamanan.

“Kalau (harapan) saya sudah pasti dari Kepolisian Sektor ini selalu bekerjasama dengan unsur Forkopincam, Koramil dan semua stakeholder yang ada, karena membina masyarakat supaya ada kesadaran menjaga keamanan,” tegas Kapolsek.

Disamping itu, selain menjaga juga harus dilakukan berbagai upaya-upaya agar tidak muncul kembali kejahatan, butuh kepedulian jangan terjadi pembiaran.

“Disamping menjaga, juga harus ada upaya-upaya lainnya untuk tidak timbul pelaku kejahatan. Karena berbeda-beda wilayah, ada yang menjadi korban dan ada wilayah yang menjadi tersangka, sehingga semuanya harus di openi (dipedulikan) tidak bisa dibiarkan,” pungkasnya.

Menyikapi usulan Kapolsek Labuhan Meringgai tersebut Rizal Ismail gelar Sultan Ratu Melinting warga Desa Tebing Kecamatan Melinting selaku tokoh adat Keratuan Melinting sangat mendukung usulan program pelatihan dan ketrampilan serta disediakannya lapangan kerja oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur untuk mantan narapidana agar tidak kembali terjadi tindakan kejahatan.

“Kalau itu untuk kebutuhan masyarakat seandainya ada hal-hal yang butuh dibantu ya kita siap bila memang dipandang perlu,” kata Rizal Ismail pada Jum’at, 21/8/2020 jam 10.00 WIB

Merubah perilaku masalah yang sangat pelik dan dibutuhkan keseriusan dalam mencari solusi pada bidang ekonomi.

“Memang masalah yang sangat pelik, jangan berkata-kata saja mesti ada solusinya, salah satunya dibidang ekonomi,” lanjut Sultan Ratu Melinting itu.

Apabila seseorang disibukkan dengan pekerjaan yang menghasilkan uang cenderung tidak mengulangi perbuatannya.

“Kalau orang sudah disibukkan dengan pekerjaan, apalagi menghasilkan penghasilan keuangan akan membantu sekali, untuk berbuat kembali lagi kecenderungan agak berkurang,” cetus Tokoh Adat Melinting.

Tindakan kriminal bisa dihilangkan karena cara mencari uang tergantikan sebagai penyebab utamanya adalah faktor ekonomi.

“Jadi tidak bisa dilepaskan sama sekali karena sudah tergantikan cara cari uang sebab rupa-rupanya itu karena masalah ekonomi,” urainya.

Apabila dapat terwujud usulan tersebut utamanya dalam mempersiapkan lapangan kerja mesti patut disyukuri dan diberikan dukungan.

“Kalau memang bisa begitu mestinya kita harus benar-benar bersyukur, kita sangat mendukung sekali, singkatnya itu saja dulu,” pungkasnya.

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!