Hukum

Tender Proyek di Lamteng Mendidih, Puluhan LSM dan Wartawan Gruduk ULP

55066
×

Tender Proyek di Lamteng Mendidih, Puluhan LSM dan Wartawan Gruduk ULP

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah – Tahun 2020 menjadi tahun panas.  Sebab tidak kondusifnya tender di ULP ( Unit Lelang Pengadaan) Pemkab Lampung Tengah. Lantaran  diduga ada pengondisiian oleh orang dalam (panitia pokja).

Puluhan LSM dan wartawan mendatangi kantor ULP, untuk meminta penjelasan kepada ketua ULP Iswantoro dan panitia pokja atas hak paket kerjaan yang sudah di berikan, Rabo, 19 Agustus 2020.

Edison bersama puluhan LSM dan wartawan menerangkan bahwa, mereka hadir disini untuk meminta hak kerjaan yang telah di berikan.

” Kami semua disini hanya ingin mengambil hak kami yang dimana telah di berikan kepada kami, namun seluruh kerjaan yang telah di berikan kepada kami di tumbur oleh pihak tak bertanggung jawab,”jelasnya.

Sudah seminggu ini, kata Edison pihaknya mendatangi kantor ULP . Kantor ULP tutup tidak pernah ada orang, bahkan Iswantoro (kepala ULP  Red) tidak di ketahui keberadaannya.

“Ini sudah pasti ada pengkondisiin dengan orang dalam, sebab seluruh paket yang ada semua di tumbur dengan penawaran yang tak jauh turun dari pemilik kerjaan,”kesalnya.

Edison kembali menegaskan, terkait informasi sudah di kantongi bahwa Agung Diki di danai oleh Vigo Anak Musawir, merekalah yang numbur semua paket yang ada di Lampung Tengah.

Pada saat itu juga Kodri staff ULP saat hendak masuk ke kantor Pemda di sambangi oleh puluhan LSM dan wartawan. 

Menurut Kodri, dirinya mengaku hanya  hanya staf saja. “Jangan jadikan kami bawahan sebagai tumbal atau korban, karena selama ini kami kerja sudah tidak nyaman kami tidak  tahu apa -apa, akan saya sampaikan hari ini juga kepada Iswantoro, apa yang telah di sampaikan Edison dan seluruh LSM dan wartawan kepada saya kepada Iswantoro,”tuturnya.

Kodri berkali kali sampaikan bahwa staf dan bawahan jangan di jadikan tumbal ataupun korban.

“Pasti akan saya sampaikan ke Iswantoro , jangan sampai kami yang jadi korban kami hanya bawahan saja,”jelasnya.

Terkhir Edison menegaskan, dirinya akan menunggu Agung DKK dimanapun tempatnya.

“Saya tunggu mau ketemuan dimana pun, karena ini hak kami dan ini urusan perut, jika mereka tak lagi saling menghargai dimana saja. Saya tunggu mau jam berapa saja,”ujar Edison. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!