
LAMPUNG TIMUR – Masyarakat Kabupaten Lampung Timur khususnya warga Dusun Muara Bungur RT. 004 RW. 002 Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur mengeluh.
Masyarakat setempat mengeluhkan banjir yang disebabkan air hujan hingga mengakibatkan menggenangi pelataran pekarangan rumah mereka.
Air hujan tak dapat mengalir ketempat yang lebih rendah karena tidak terdapat bis daker atau gorong-gorong dan siring atau drainase.
Sebelum dibangun ruas badan jalan lintas pantai timur (Jalinpantim) disitu terdapat bis daker atau gorong-gorong, sehingga air mengalir dengan lancar.

Namun pembangunan ruas badan jalan jalinpantim, bis daker atau gorong-gorong tersebut tertimbun.
Seharusnya dibuatkan bangunan bis daker atau gorong-gorong dan drainase pengganti saluran air hujan maupun air limbah rumah tangga.
“Kalau ada siring ke arah jembatan pasti airnya lancar, cuma nggak dibuatkan saluran pengganti,” keluh Iskak alias Ikok (75) warga setempat pada Kamis, 9/7/2020 pukul 17.00 WIB saat dijumpai metro deadline.com dikediamannya.
“Dulu ada gorong-gorong dan siring, tapi ketimpa timbunan bangunan jalan lintas timur, waktu itu mau dibautkan gorong-gorong tapi nggak jadi.”
“Padahal saya dipanggil pemborongnya, katanya pak, ini mau dibikinin gorong-gorong nggak, ya mau kata saya, tapi nyatanya nggak jadi,” terangnya.
Terdapat 4 rumah penduduk yang menjadi langganan banjir saat turun hujan yaitu rumah Ikah istri almarhum Hasan, Iskak alias Ikok, Rasyidi dan Bukhori warga Dusun Muara Bungur.
“Yang parah rumahnya Ikah istri almarhum pak Hasan, apalagi tempat nangkringnya masih WC cemplung hanyut kebawa air waktu banjir,” urainya.
“Sebelumnya, airnya lancar sampai ke Mushola arah ke jembatan jarak siring sekitar 60 meter.”
“Tapi setelah dibangun jalan lintas timur tahun 2000 jadi banjir kalau setiap ada hujan deras,” papar suami Yami.
Masyarakat Lampung Timur terdampak pembangunan Jalinpantim berharap kepada Pemerintah merealisasikan pembangunan baik gorong-gorong maupun drainase. (Ropian Kunang)
