Astaga! Penanganan Covid-19 Di Lingkungan RSUD DSR Lamteng Tidak Sesuai SOP

Penulis : Agus Setiawan

Lampung Tengah – Saat melakukan sidak, Rabu (1/4), anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyoroti  manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya (RSUD DSR) Lampung Tengah dalam penanganan Virus Corona (Covid-19) yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, RSUD DSR seakan tidak peduli dengan pencegahan penyebaran Covid-19 itu sendiri.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sudah sangat gencar lakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19. Akan tetapi, hal tersebut tidak terlihat di RSUD kebanggaan masyarakat setempat.

Saat dilakukan sidak di RSUD DSR Lamteng, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung tidak menemukan fasilitas untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

I Made Suarjaya salah satu Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung mengatakan bahwa dirinya yang hadir dalam sidak tersebut, sangat menyayangkan penanganan atau antisipasi penyebaran virus corona di lingkungan RSUD DSR Lamteng yang tidak sesuai SOP.

“Cukup kita sayangkan sebagai rumah sakit plat merah (milik daerah), fasilitas hand sanitizer dan alat tes pengukur suhu tubuh saja tidak tersedia bagi pengunjung. Seharusnya, hal sekecil ini sudah dipikirkan oleh pihak-pihak terkait untuk bukti keseriusan dalam penanganan virus corona,” ujar I Made Suarjaya.

Menindak lanjuti permasalahan tersebut, IMS sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dirinya sudah memberikan saran langsung kepada Kadis Kesehatan Lamteng, untuk segera menyediakan fasilitas yang sesuai SOP penanganan Covid-19 di lingkungan RSUD DSR.

“Mudah-mudahan segera disiapkan. Karena tadi langsung saya sampaikan kepada Kadisnya. Kata dia (Kadis Kesehatan) segera kami siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait penanganan Virus Corona yang tidak sesuai SOP di lingkungan RSUD DSR Lamteng, Kadis Kesehatan dr. Otniel tidak merespon pesan WhatsApp wartawan media ini.

Sekedar diketahui, Sidak DPRD Provinsi Lampung Komisi V dihadiri oleh beberapa anggota. Diantaranya, Jauharoh Hadad, Asih Fatwanita dan H. Musa Ahmad. (red)

You might also like

error: Content is protected !!