DAK Swakelola SDN 4 Tanjung Jaya Lamteng Diduga Bermasalah

Lampung Tengah

 
Lampung Tengah – Pembangunan DAK (Dana Alokasi Khusus) swakelola dua lokal, di Sekolah Dasar Negeri 4 Tanjung Jaya Tahun 2019 diduga bermasalah dan belum selesai. Itu menyusul adanya temuan media metrodeadline.com, saat ditelusuri terlihat jelas ke lokasi sekolah tersebut.
Dimana gedung tersebut pengecetan masih berantakan, di selah -selah coran ditiang masih belum di plester, dan hasil finising yang tidak sesuai dan masih brantakan.
Menggapi hal tersebut,  Supriyadi Kepala SD Negeri 4 Tanjung Jaya Lampung Tengah mengakui bahwa bangunan tersebut memang belum selesai.
“Memang belum selesai mas, karena tukangnya atau pekerja pindah-pindah, dan karena ada keterlambatan termin pencairannya juga,”ungkapnya.
Saat di konfirmasi terkait pembelian buku guru 16 biji untuk guru kelas 3 tema 3,4,5,6,7 ada 10 biji , dengan nominal yang tertera di website dana bos SDN 4 Tanjung Jaya harga untuk pembelian buku guru total Rp. 24 juta untuk di triwulan 2 tahun 2019.
Supriyadi menjawab dengan berbeda- beda, dirinya mengatakan buku tersebut  bukan hanya 16 buah , dan ada juga jawaban nya bahwa itu buku bukan untuk guru tetapi untuk perpustakaan.
“Buku itu tidak hanya 16 buah, tapi karena buku itu di pesan datang nya terlambat, itu buku untuk perpustakaan bukan untuk guru,”jelasnya.
Setelah di tujukan bukti serah terima buku tersebut dari buku catatan di sekolah yang membenarkan bahwa buku untuk guru 16 exlemplar dirinya menyatakan.  “Ya bisa saja harga buku guru sampai Rp. 1 juta per exlemplar nya,”kilahnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa dirinya menjabat kepala  SD Negeri 4 Tanjung Jaya bahwa dana bos tahun 2019 untuk membayarkan utang pesanan tahun 2018 yang belum kelar oleh kepala sekolah lama, dan dirinya beberkan aib kepala sekolah sebelum nya dan dirinya akui bahwa dana bos banyak yang di alihkan tidak sesuai mekanisme.
“Saya di sekolah ini bisa di bilang, saya di tempatkan ke sekolah yang sangat bermasalah, ya contoh nya seperti ini bahwa saya menyelesaikan persoalan pemesan oleh kepala sekolah sebelum nya, seperti sarpras dan masih banyak yang lain. Bahkan dana bos tahun ini untuk membayarkan itu dan seperi guru honor tidak di bayar oleh kepala sekolah sebelum nya dan masih banyak yang lain. Kasian jika di buka buka, nama nya orang kaya gitu persis kalo di buka aibnya gimana coba mas ngadep K3S Bangunrejo saja,”keluhnya.
Terusnya, semua ini terjadi di semua sekolah se Kabupaten Lampung Tengah, bahkan K3S Bangunrejo pun tahu dan seperti itu juga untuk menyelesaikan pesanan tahun sebelumnya.
Berbeda dengan tanggapan para guru, bahwa belum ada buku untuk perpus dan alat peraga di tahun 2019 yang di beli, karena tidak ada tanda terima laporan tertulis di buku sekolah tersebut dan para gurupun jelaskan bahwa kepala sekolah jarang masuk sekolah.
Dalam hal ini dinas terkait perlu menindak dan menelisik hal yang terjadi di SDN 4 Tanjung Jaya, seperti pembangunan DAK 2 lokal yang belum selesai, dan terkait kegunaan dana bos yang luar biasa, sampai bahkan menurut kepala sekolah tersebut semua sekolah melakkukan hal yang sama di lampung tengah. (*)
 Tunggu edisi selanjut nya ?
Penulis/Foto :  Hendra & Rizki

You might also like

error: Content is protected !!