
LAMPUNG TIMUR – Acara Tasyakuran Aqiqah telah diselenggarakan oleh Hanafiah,SEI,MM pada Sabtu, 28 Desember 2019 jam 10.00 WIB bertempat dikediamannya di Jalan Soekarno – Hatta Nomor 50 Desa Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung.

Acara Tasyakuran Aqiqah dilakukan dalam rangka pemberian nama atas kelahiran anak pertama buah hati dari hasil pernikahan pasangan suami istri (Pasutri) Hanafiah,SEI,MM dan Febriyanti Ranika, Amd, Kep yang terlahir pada Selasa, 29 Oktober 2019 di Kota Metro yang secara resmi telah diberi nama Muhammad Zaki Manha Alfarizky.

Usai acara sakral pemberian nama yang lazim disebut dengan Marhaban itu selanjutnya diteruskan dengan acara siraman rohani. Siraman rohani langsung disampaikan oleh Ustad Kamis Lehan sebagai penceramah kondang berasal dari Kota Madya Metro Propinsi Lampung.
Inilah uraian ceramah Ustad Kamis Lehan yang disampaikannya secara singkat, padat dan penuh makna, secara khusuk dan diselingi gelak tawa para pendengar yang hadir pada kesempatan itu baik dari keluarga besar tuan rumah kedua belah pihak dan para tamu undangan.
“Tidak ada orangtua yang ingin anaknya menjadi anak yang tidak Sholeh dan Sholehah, maka Agama memberikan tuntunan, apabila anakmu lahir yang utama adalah disambut dengan suara kumandang Adzan. Kumandangkanlah suara adzan ditelinganya, itu berarti kita telah mengenalkan Allah kepada anak kita. Allahuakbar, secara tidak langsung memberitahu anakmu kepada Allah SWT,” Kata Ustad Kamis Lehan saat memulai siraman rohaninya.
“Apabila anak sudah di adzankan maka langsung di taqnik, taqnik itu imunisasi adalah cara Rasullullah, ambilkan buah kurma lalu dikunyah oleh ibunya sampai lembut dan langsung disuapkan kepada anaknya. Taqnik itu sebaiknya dilakukan oleh Ulama atau Ustad, kalau tidak bisa cukup dilakukan orangtuanya”.
“Kalau menginginkan agar anak ini baik, maka kata Rasullullah SAW, ibu harus banyak menyusui anaknya dan itu yang akan jadi ladang pahala. Barangsiapa seorang ibu menyusui bayinya, maka setiap hisapan air susu itu menjadikan seratus kebaikan”.
“Seorang ibu yang menyusui bayinya, yakin anak itu pasti akan cerdas, kebal terhadap penyakit, tidak mudah untuk diserang sampai jatuh sakit. Anak akan ada hubungan secara emosional, akan didengarkan olehnya semua nasehat orangtuanya serta Allah akan menjauhkan bagi ibu-ibu dari segala jenis macam penyakit terutama penyakit kanker payudara”.
“Selanjutnya, kalau anakmu lahir, anak itu akan tergadai dengan Allah sebelum ditebus dengan memotong hewan kambing. Ini adalah perintah, kalau memang mampu lakukan sunat muakad potongkan bagi anak laki-laki sebanyak dua ekor kambing dan anak perempuan cukup dengan satu ekor kambing. Bedanya, kalau untuk aqiqah bisa memotong kambing betina, sebaik-baiknya hal itu dilakukan pada hari yang ketujuh, tapi kalau tidak bisa, pada hari keempat belas”.
“Tapi kalau masih juga tetap tidak bisa sampai kapanpun, suatu ketika cukup datang ke Pondok Pesantren membawa kambing, beras dan uang. Minta tolong kepada Ustad supaya disembelihkan kambing untuk dimasak dan dimakan bersama. Siapapun orangnya semuanya bisa makan daging kambing aqiqah, jangankan orang miskin, orang dermawan pun juga boleh memakannya”.
“Juga daging kambing perlu diiris agak besar sedikit, kenapa, kata Rasullullah, insyaallah orang yang memakan daging langsung ada doa didalamnya, semoga kelak anak ini nanti pada saat tumbuh dewasa tidak menjadi golongan orang-orang yang pelit ataupun manusia kikir”.
“Setelah dipotongkan kambing, sesuai perintah Rasulullah, cukur rambut anakmu itu sampai habis, gundulkan. Tidak perlu ditanya kenapa alasannya, mungkin ada hikmah didalamnya. Setelah dicukur, ditimbang dengan timbangan mas, kalau beratnya dua gram mas, dua gram mas itu dijadikan uang, lalu uang itu kemudian dibagikan, seperti contoh uang yang ada pada kembang telur ini”.
“Selesai memberi nama, kata Rasullullah kalau lahir anak laki-laki berikan nama Abdul dan nama Allah yang banyak macam sebutannya. Jadi membuat nama anak jangan berdiri sendiri, contohnya, Abdul Rahman, Abdul Malik dan lain sebagainya”.
“Berikanlah nama pada anakmu, karena nama pada hakekatnya merupakan doa, hebatnya nama ini, Muhammad Zaki Manha Alfarizky. Muhammad artinya mudah-mudahan jadi orang yang terpuji, Zaki menurut orangtuanya menjadi anak yang pintar, Manha artinya karunia Allah dan Alfarizky mudah-mudahan dapat membawa rizki yang melimpah, Amin”.
“Berikanlah pendidikan kepada anakmu, terutama biasakan berbicara dengan baik dan lantun. Rasullullah berkata, ada doa paling bagus untuk rumah tangga kita dan tidak akan melebihi ucapan Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatu. Jangan kau injakan kaki di depan rumahmu sebelum kau berikan doa kepada keluargamu dengan ucapan salam itu”.
“Kalau suami mengucapkan salam, istri menjawab salamnya disertai dengan sebuah senyuman. Apabila istri menjawab salam suaminya yang disertai dengan senyuman, maka itu bisa menghapus sepertiga dosanya”
“Setelah suami duduk, berikan segelas air putih, karena segelas air putih yang disedekahkan kepada suamimu ketika dia baru pulang, itu pahalanya sama dengan menunaikan ibadah haji dan umrah”.
“Sesudah suaminya minum, jangan tinggalkan gelas itu, ambil sisanya, langsung tempelkan bibir istri dimana bekas bibir suaminya, sembari dalam hati berdoa, insyaallah ya Allah dengan doamu ya Allah, mudah-mudahan saya mendengarkan semua ucapan, saran dan nasehat serta perintah suamiku”.
“Lalu kau dekati suamimu, dimana anggota tubuhnya yang berkeringat, seandainya keringat ada dikeningnya, istri langsung menempelkan tangannya, mengusap dan menyeka hingga habis keringatnya. Setelah itu, letakkan pada kedua tangan istri kemudian diusapkan diwajah istri, maka wajah istri akan selalu ceria dan bercahaya, kemanapun suaminya pergi hatinya akan selalu terpaut kepada sang istri”. Tutup Ustad Kamis Lehan yang tak asing lagi bagi masyarakat Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung dan sekitarnya.
Demikian ceramah atau siraman rohani yang disampaikan oleh Ustad Kamis Lehan, semoga senantiasa dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
Semoga, Muhammad Zaki Manha Alfarizky bin Hanafiah kelak agar dapat menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orangtuanya, bertakwa kepada Allah SWT, berguna bagi masyarakat, Nusa dan Bangsa, Amin YRA.-
