Hukum

Tokoh Adat Marga Sekampung Unjukrasa Dihalaman Kantor Bupati Lampung Timur

912
×

Tokoh Adat Marga Sekampung Unjukrasa Dihalaman Kantor Bupati Lampung Timur

Sebarkan artikel ini


LAMPUNG TIMUR – Ratusan masyarakat tokoh adat Kebandaraan Marga Sekampung Limo Migo melakukan aksi unjukrasa untuk menuntut keadilan didepan Kantor Bupati Kabupaten Lampung Timur, Kamis (31/10) terkait indikasi makanan kelelawar yang dinyatakan menjadi salah satu makan khas masyarakat asli pribumi di Lampung Timur.

Para pendemo juga mengadukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Girimulyo Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur yang diduga mengundang rombongan stasiun Telivisi Swasta, untuk melakukan ekspos kegiatan petualang di lorong goa pandan di wilayah tersebut.

Ketua Koordinator kalangan Raja Bandar H,S mengatakan kami sebagai tokoh masyarakat adat di wilayah sini (red) merasakan dampak negatif atas penayangan kegiatan rombongan petualangan yang di motori Pokdarwis Desa Girimulyo.

“Kami tidak terima atas penayangan pada 4 September 2019, menyatakan hewan mamalia kelelawar sebagai makanan khas daerah Sekampung Udik, kami merasa keberatan atas di gadang-gadangnya salah satu bagian dari makan khas wilayah Kecamatan Sekampung Udik,” Ujar Bandarsah.

Lebih lanjut, Kata Raja Bandar, apapun dimana bumi di pijak disitu langit di junjung, tentunya (red) harus menghargai adat istiadat kami, untuk itu kami mera di lecehkan oleh Kelompok Masyarakat Sadar Wisata tersebut.

“Adat kami tidak pernah menggunakan hewan bertaring itu sebagai bahan makanan untuk dihidangkan dalam acara adat tersebut,”pungkasnya.

Makanan adat, Klawar masakan adat Kebandaran Marga Sekampung Udik Sekappung Limo Migo itu masakan yang berbahan baku daging sapi atau kambing yang dibakar yang menyerupai sate, disajikan menggunakan bumbu rempah-rempah yang dihaluskan, yang dominan dengan rasa pedas dan asam untuk rasa asam sehingga dapat dimakan. Belimbing wuluh yang tipis di aduk dengan tumbukan cabai dan irisan bawang merah lalu dicampur dengan santan kelapa dan seluruh rempah mentah / tidak ada yang dimasak selain udara untuk memeras santan kelapa ini menggunakan udara yang telah direbus terlebih dahulu yang sudah dingin dilakukan oleh laki-laki.

“Kami akui memang ada makanan khas Marga Sekampung, yaitu Klawar dan bahan-bahan adalah daging sapi atau daging kambing ditambah lagi rempah-rempah sebagai bumbu-bumbu penyedap rasa dan di dominasi rasa pedas,”tambahnya.

Dalam unjukrasa untuk menyampaikan pendapat dimuka umum, delapan dari pendemo diajak untuk berdiskusi dan diterima oleh Sekretaris Daerah Lampung Timur Syahruddin Putera diruang kerjanya untuk menyampaikan aspirasi dan mendengarkan apa yang diinginkan dari Kebandaraan Marga Sekampung. (Sumber : Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!