Pembangunan

Pedang Menolak Pembangunan Pasar, Kakam Rukhti Harjo : Kalau Gak Mau Keluar Saja Dari Pasar

1038
×

Pedang Menolak Pembangunan Pasar, Kakam Rukhti Harjo : Kalau Gak Mau Keluar Saja Dari Pasar

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TENGAH – Pedang di Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah, bakal melakukan demo serta akan menuntut apabila pembangunan pasar terus dilakukan. Pasalnya, kurang lebih sebanyak 500 kios di dalam pasar tersebut masih kosong.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan serta keluhan pengurus pasar dan pedang. Sehingga, apabila pembangunan itu terus dilakukan akan merugikan mereka.

Salah satu pedang sekaligus pengurus pasar Pande Ketut Sampurna mengatakan pihaknya dan pedang yang ada di Pasar Kampung Rukhti Harjo akan melakukan demo serta menuntut apabila pasar terus dilakukan.

“Kami merasa dirugikan apabila pasar itu terus dilakukan. Sebab, kurang lebih 500 kios masih banyak kios yang kosong mas,” kata saat ditemui media ini.

Pande sapaan akbrabnya menuturkan, bahwa pembangunan pasar yang akan dilakukan tersebut, dinilai menyalahi aturan. Karena dari gambar pasar yang telah disepakati pedang adalah kondisi yang saat ini sudah jadi.

“Kami dari perkumpulan Paguyuban maupun pedang, telah menyepakati gambar pasar seperti ini. Jadi, kalau mau dibangun akan amburadul. Dimana tidak ada lagi lahan parkir mobil,” katanya.

Pande menjelaskan pedagang pasar Kampung Rukhti Harjo masih menunggu. Dimana saat ini baru dua gapura dan kantor BUMK saja yang dibangun. Apabila, kios-kios tetap dibangun, disaat itu demo akan dilakukan.

“Kalau bangun kantor BUMK dan gapura kami tidak apa-apa. Tapi kalau sudah kios-kios, kami menolak dan kami akan menyuarakan suara hati kami yang merasa dirugikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung (Kakam) Rukhti Harjo Gunawan menegaskan bahwa dirinya tetap bersikukuh akan melanjutkan pembangunan pasar tersebut. Pihaknya berdalih, pedang yang menolak hanya segelintir orang saja.

“Saya tetap setuju pembangunan pasar dilanjutkan. Karena yang menolak itu hanya segelintir orang saja. Kalau mereka gak mau suruh keluar saja dari pasar ini,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!