
METRO – Proyeksi tingginya anggaran yang diusulkan satuan kerja di lingkunganm Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menjadi topik hangat.
Pasalnya, diduga ada program yang hampir sama seperti “Kegiatan Pasar Rakyar” yang nilainya cukup fantastik berada di dapur Dinas Tenaga Kerja, Pemberdayaan Masyarakat, dan Trasmigrasi Kota Metro.
Program tersebut juga ada di Kabag Perekonomian, dan Dinas Pasar yang mana nilainya pun juga cukup besar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Pemberdayaan Masyarakat, dan Trasmigrasi Kota Metro, Rakhmar Z Sesunan membantah hal tersebut.
Ia mengaku kegiatan pasar rakyat dan kegiatan lomba-lomba itu merupakan program pemberdayaan masyarakat.
“Jadi program pasar rakyat itu, bukan memberikan bantuan hibah matril secara cuma-cuma kepada masyarakat,”imbuhnya.
“Akan tetapi program itu membidik pemberdayaan masyarakat melalui LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), termasuk untuk pembinaan Sumberdaya Manusia juga ada didalamnya,”ungkapnya, Kamis (12/19/2019).
Pria yang akrab disapa Rakhmat ini kembali menegaskan bahwa, program itu sifatnya pembentukan karakter dimulai dari keluarga, yakni masyarakat itu sendiri untuk mempu menumbuhkan ekonomi kerakyatan berlandasaran pembangunan.
“Contoh objeknya sudah ada mulai tumbuh dan berkembang di kota metro, seperti taman waru Yosomulyo, dan lain-lain. Kita bantu dari segi bagimana pemberdayaan masyarakatnya,”pungkasnya.(*)
