Pendidikan

Putus Sekolah Dialami Dian Prasetyo Cucu Mbah Murni Penerima Rumah Layak Huni

930
×

Putus Sekolah Dialami Dian Prasetyo Cucu Mbah Murni Penerima Rumah Layak Huni

Sebarkan artikel ini

 

Laporan : Ropian Kunang

LAMPUNG TIMUR – Derita hidup yang dialami Mbah Murni (91) dan Tinah (69) tak berakhir cukup sampai disini setelah dibedah rumahnya. Namun terdapat
cerita tentang derita kehidupan kelam dan masa depan suram juga telah dialami oleh Dian Prasetyo (12) sang cucunya yang tercinta.


Sang kakek dan nenek tua renta warga Dusun Papan Batu Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana itu, hidup bersama Dian cucunya, disinyalir akibat sengaja ditelantarkan oleh Joni Apriansyah sang ayah tirinya bahkan begitu juga dengan Ilyas selaku ayah kandungnya.

Sebenarnya, rasa senang Mbah Murni dan Mbah Tinah bukan alang kepalang setelah menerima bantuan rumah layak huni hasil bedah rumah yang dilakukan para pengurus dan anggota Komunitas Sosmed Peduli Lampung (KSPL) Kabupaten Lampung Timur.

Ternyata dibalik itu, besar kemungkinan masa depan suram dan kehidupan kelam juga akan dialami Dian hingga kelak sampai dihari tua. Apabila, Dian tak pandai baca, tulis dan berhitung atau buta huruf karena putus sekolah.

Memasuki usianya yang ke – 12 tahun, Dian hanya mengenyam pendidikan di bangku kelas 1 sekolah dasar. Juga pernah megalami sakit parah, sehingga Dian seakan merasa trauma atas dugaan kekejaman Joni Apriansyah ayah tirinya dan ditentarkan Ilyas ayah kandungnya.

“Dulu pernah sekolah cuma kelas 1 SD, saya diajak (Joni Apriansyah) bapak (tiri) ikut kerja nebang tebu di Gunung Madu, kalau nggak kerja, saya nggak dikasih makan”. Ungkap Dian Prasetyo diamini oleh Tinah sang nenek.

Dian Prasetyo pernah sakit parah diduga akibat dampak kerja berat tebang tebu, setelah sakit, Dian tak lagi ada keinginan meneruskan sekolahnya. Bahkan disaat penyakitnya kambuh, kakek dan nenek tak punya uang untuk biaya berobat.

“Saya sakit nggak di obatin bapak, mau berobat sendiri nggak punya uang”. Keluh Dian

Tinah sang nenek hanya pasrah atas nasib cucunya tak ingin meneruskan sekolah meskipun dibujuk rayu siapapun.

“Dia nggak mau lagi sekolahnya karena nggak ada biaya, apalagi mau uang jajan setiap hari. Ada yang nyuruh sekolah tapi tetap nggak mau seperti udah trauma”. Urai sang nenek.

Penyakit yang diderita Dian seringkali kambuh sehingga seringkali tak makan, sementara, orangtuanya menelantarkan baik ayah tiri maupun ayah kandungnya.

“Yang penting dia disini sama Kami, kadang makan nggak mau kemungkinan karena perutnya sakit, obatnya cuma saya parutin kunyit, sembuh, bapak kandungnya nggak mau tau, apalagi bapak tiri”. Ungkap Mbah Tinah sembari menahan tangis sedihnya.

Dian Prasetyo adalah anak Puji Astuti binti Murni buah perkawinan dengan lelaki bernama Ilyas berakhir cerai. Kini, Puji berdomisili di Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah, telah menikah dengan lelaki bernama Joni Apriansyah.

“Anak saya ada empat, Dian ini anak dari anak saya yang perempuan sekarang di Rumbia, tapi udah nikah lagi, suaminya yang dulu Ilyas nggak tau dimana nggak pernah ngurus anaknya”. Pungkas sang nenek.

Adakah dermawan yang bersedia guna membiayai dan membujuk Dian kembali sekolah demi masa depan gemilang. Siapa tempat mengadu dan bermanja jika suatu hari nanti sang kakek dan nenek tercinta telah tiada.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!