Himbauan Bupati Lampung Timur Tak Diikuti Panitia Bagikan Bantuan

 

Laporan : Ropian Kunang

LAMPUNG TIMUR – Kegiatan Pembinaan Dalam Rangka Revitalisasi Lembaga Adat Istiadat Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019yang dihadiri lebih kurang 100 Tokoh Adat dari 13 Desa se-Kabupaten Lampung Timur. Terdapat 4 Tokoh Adat akan menerima bantuan barang inventarisasi berupa Siger dan Pakaian Adat secara simbolis, mewakili 4 Kebuwaian yaitu Kebuwaian Abung Siwo Migo, Melinting, Mergo Sekapung dan Kebuwaian Sekapung Mergo Limo.

Bantuan inventaris tersebut disinyalir batal diberikan oleh Panitia Pelaksana dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur disinyalir oleh karena Tokoh Adat Buwai Nuban mewakili Abung Siwo Migo berkeberatan akibat merasa tersinggung.

Ketersinggungan itu beralasan, karena Abung Siwo Migo yang terdiri dari 9 Kebuwaian hanya diberi 1 bagian saja yang diwakili oleh Rusman Ali Suttan Ali Tokoh Adat dari Marga Buwai Beliuk Desa Negara Nabung Kecamatan Sukadana dan akhirnya sesuai saran Bupati Lampung Timur pemberian bantuan di pending.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Zaenal Abidin Wahid Gelar Suttan Paku Alam bantuan Siger dan pakaian adat tersebut ternyata tetap dibagikan oleh pihak panitia penyelenggara terkesan tak menghiraukan petunjuk Bupati Kabupaten Lampung Timur agar menunda pemberian bantuan tersebut.

“Siger-siger sama pakaian adat itu ternyata masih dibagi-bagikan oleh panitia, berarti panitia tidak mengindahkan Bupati, padahal, Bupati sudah bilang itu di pending dulu”. Kata Zaenal Abidin Wahid Gelar Suttan Paku Alam Sabtu, 31 Agustus 2019 pukul 17.41 WIB.

Pihaknya bersama para Tokoh Adat Marga Abung Siwo Migo lainnya sedang mempersiapkan surat pernyataan berkeberatan kepada Bupati Lampung Timur.

“Kami sedang membuat surat, setelah Kami tandatangani baru kemudian akan Kami serahkan ke Bupati Lampung Timur”. Sambungnya.

Hal itu dibenarkan oleh sumber terpercaya, yang mana bantuan inventarisasi itu diserahkan keesokan sorenya oleh panitia di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur.

“Iya, sudah diambil kalau nggak salah besok sorenya di Kantor, itu juga saya selidiki ternyata selain Siger semua pakaian adat itu ada 6 pasang”. Ujar salah satu sumber terpercaya yang enggan disebut identitasnya Sabtu, 31 Agustus 2019 pukul 18.45 WIB.

Bukan hanya itu, hasil pantauan metrodeadline.com, ketika Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Festival Budaya Muwaghei Sabtu, 3 November 2018 lalu, terdapat 2 Kebuwaian tidak dilibatkan, yaitu Buwai Kunang dan Buwai Nyerupo yang merupakan bagian dari satu kesatuan dalam rumpun Abung Siwo Migo dengan Panitia Pelaksana Kesbang Polinmas Kabupaten Lampung Timur.

Untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia, diperlukan langkah strategis berupa upaya Pemajuan Kebudayaan melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam Kebudayaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.-

Sebelumnya, telah diberitakan metrodeadline.com edisi Rabu, 28 Agustus 2019 dengan judul, “Tokoh Adat Abung Siwo Migo di Lampung Timur Angkat Bicara”.-

You might also like

error: Content is protected !!