Keluarga Pasien Korban Laka Lantas Keluhkan Rujukan Sistim Online

Laporan : Ropian Kunang

LAMPUNG TIMUR – Aviah (29) warga Desa Mulyo Sari Kecamatan Pasir Sakti mengalami kecelakaan saat sedang dalam perjalanan pulang dari Palembang Propinsi Sumatra Selatan. Kendaraan roda empat travel yang ditumpanginya dikemudikan oleh Sigit Budi Handoko bin Aris Munandar.

Naas, mobil travel yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal, di antara ruas badan Jalan Lintas Pantai Timur Sukadana – Way Bungur. Kecelakaan terjadi diduga disebabkan oleh Sigit sang sopir mengantuk, sehingga mobil yang melaju kencang menabrak pohon.

Aviah mengalami luka memar bagian kening mata kanannya disinyalir akibat benturan keras. Saat menjalani layanan medics diruang instalasi gawat darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana Aviah mual-mual dan sempat muntah-muntah.

Sehingga, dokter Nanang Salman,Sp,B Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung. Namun, rujukan pasien saat ini tak seperti yang dulu, kini menggunakan sistem layanan online, sehingga baik pasien maupun keluarga butuh kesabaran.

“Rujuk pasien tidak seperti dulu langsung kirim, sekarang pakai sistim online. Data lengkap pasien dikirim, setelah itu kita nunggu jawaban dari sana. Kalau belum dijawab kita harus nunggu perlu sabar”. Kata dr. Nanang.

Pasien diperkirakan masuk IGD RSUD Sukadana jam 09.30 WIB, nomor induk kependudukan (NIK) diterima dan dikirim jam 11,00 WIB, hingga tepat pukul 12.00 WIB siang pasien belum kunjung dirujuk.

Karena menunggu terlalu lama, seorang keluarga pasien bernama Teguh naik pitam. Soalnya, tak tega karena melihat Aviah mengerang kesakitan yang disertai mual dan muntah-muntah.

“Seharusnya, pasien darurat seperti ini langsung dikirim, nggak usah itu pakai sistim online segala kelamaan. Pasien butuh penanganan bukan malah disuruh nunggu lama-lama begini, ini yang namanya obat datang nyawa hilang”. Tegas Teguh dengan nada kesal.

Kesal, karena menunggu terlalu lama, akhirnya Teguh mengambil sikap, pasien diminta segera dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung. Imam suami Aviah meluncur pulang setelah mendengar peristiwa itu.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan secara resmi dari Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur.

“Kalau perlu data, kami harus minta izin dari pak Kasat dulu”. Kata Kanit Laka Senin, 26 Agustus 2019 pukul 19.32 WIB.

Kepala Desa Mulyo Sari Kecamatan Pasir Sakti, Suwarto mengatakan bahwa Sigit Budi Handoko bin Aris Munandar sopir travel tersebut meninggal dunia sedangkan seorang anaknya baru berusia setahun.

“Sigit Budi Handoko bin Aris Munandar meningal tadi pagi di rumah sakit, semoga khusnul khotimah, anaknya masih umur 1 tahun”. Katar Suwarto Senin, 26 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB.-

You might also like

error: Content is protected !!