Pengemudi Keluhkan Rambu Lalu Lintas Tuba – Lampura Via Tubaba

LAMPUNG – Rambu lalu lintas atau penunjuk jalan dikeluhkan oleh Sigit Dedi Saputra (34) warga Desa Raja Basa Lama Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur sebagai pengguna jalan atau pengemudi alias sopir. Keluhan itu disebabkan Dedi menghabiskan waktu cukup lumayan lama lebih kurang 3 jam lamanya.

Waktu tempuh 3 jam yang digunakannya itu untuk menempuh ruas badan jalan alternative dari Menggala Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menuju Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melalui Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengendarai kendaraan roda empatnya.

Usai mengantar keluarga di Menggala Kabupaten Tulang Bawang, keluarga
Dedi berencana ke Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara menggunakan jalan alternative tidak melalui Terbanggi Kabupaten Lampung Tengah berjarak lebih kurang 29,5 kilometer dengan waktu 2 jam 34 menit.

“Rute yang kami lewati pertigaan Gunung Batin, Pulung Kencono, Daya Murni, Bandar Sakti, Tata Karya, Surakarta sampai Bumi Agung itu nggak kelihatan penunjuk jalan”. Keluh Dedi Minggu, 14 Juli 2019 pukul 21.00 WIB.

“Yang tampak ada penunjuk jalan mulai dari perempatan Kompi Senapan C 143 Banyu Urip sampai Kota Bumi, terus pulang lewat Gunung Sugih, Kota Gajah dan Sukadana, waktu pergi ke Menggala lewat jalan lintas timur”. Imbuh suami Fitri Utami (30).

“Seharusnya, disetiap perempatan dan pertigaan jalan dipasang penunjuk jalan, memang sekarang ada GPS, tapi sopir nggak boleh pegang HP karena dilarang untuk menghindari kecelakaan”. Sambung ayah Una Mikaila (1).

Selain itu, ruas badan jalan mulai dari pertigaan Gunung Batin ke Kota Bumi di beberapa titik terdapat yang rusak berikut marka jalan diruas badan jalan yang dilaluinya.

“Jalan juga ada yang masih rusak dan jalan cor malah bergelombang, mohon dibenahi, baik penunjuk dan ruas badan jalan yang rusak agar perjalanan jadi lancar, jangan lupa berikut marka jalan turut diperbaiki karena tadi ada yang tidak ada sampai di Labuhan Ratu”. Harapnya.

Ditelusuri melalui global positioning system (GPS) waktu tempuh dari Menggala ke Kota Bumi melalui rute tersebut seharusnya memakan waktu 2 jam 14 menit akan tetapi mencapai 3 jam selisih 46 menit akibat salah rute maupun berhenti bertanya.

Penujuk jalan dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah orang yang menunjukkan jalan, rambu-rambu (tanda) yang ada dipinggir jalan sebagai bentuk jalan, arah jalan, kecepatan kendaraan yang harus dijalankan dan mualim atau pemandu dan sebagainya.

Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pasal 1 Angka 7. Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan
yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan,
perintah atau petunjuk bagi Pengguna Jalan.

Pasal 25
(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum
wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:
a. Rambu Lalu Lintas;
b. Marka Jalan.

Pasal 26
(1) Penyediaan perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) diselenggarakan oleh:
a. Pemerintah untuk jalan nasional;
b. pemerintah provinsi untuk jalan provinsi;
c. pemerintah kabupaten/kota untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa; atau
d. badan usaha jalan tol untuk jalan tol.

Pasal 29
(1) Untuk mendukung pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar, kondisi
Jalan harus dipertahankan.
(2) Untuk mempertahankan kondisi Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperlukan Dana Preservasi
Jalan.
(3) Dana Preservasi Jalan digunakan khusus untuk kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi Jalan.
(4) Dana Preservasi Jalan dapat bersumber dari Pengguna Jalan dan pengelolaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 30
Pengelolaan Dana Preservasi Jalan harus dilaksanakan berdasarkan prinsip berkelanjutan, akuntabilitas, transparansi, keseimbangan, dan kesesuaian.

Pasal 31
Dana Preservasi Jalan dikelola oleh unit pengelola Dana Preservasi Jalan yang bertanggung jawab kepada Menteri di
bidang Jalan.

Pasal 32
Ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja unit pengelola Dana Preservasi Jalan diatur dengan peraturan Presiden.

Laporan : Ropian Kunang

You might also like

error: Content is protected !!