Proyek Perbaikan Jalan Tambal Sulam di Lamtim Diduga Bermasalah

Dijalan yang Tidak Benar Sebaiknya Dicor Ataukah Dirabat Beton”

LAMPUNG TIMUR – Ditemukan indikasi pelaksanaan kegiatan cor beton disinyalir tanpa rabat beton pada ruas badan jalan Propinsi Lampung yang berlubang. Ruas badan jalan Propinsi Lampung tersebut berada dalam wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur.

Pekerjaan cor beton tanpa rabat beton menyerupai proyek siluman sebab tanpa dipasang papan nama proyek, tidak ditemukan alat ataupun kendaraan bermesin berat maupun ringan. Bahkan sepeserpun tidak menggunakan biaya sumber dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Propinsi Lampung.

Pekerjaan cor beton tanpa rabat beton itu dikerjakan hanya dengan cara manual dan menggunakan dana hasil sumbangan masyarakat pengguna jalan yang berlalu lalang yang menggunakan berbagai jenis kendaraan. Cor beton tanpa rabat beton atas ruas badan jalan berlubang dilaksanakan di Desa Surabaya Udik dan Desa Sukadana Tengah Kecamatan Sukadana.

Panjang ruas badan jalan Propinsi Lampung itu kurang lebih 5 kilometer, yang menghubungkan antara Desa Pasar Sukadana – Desa Sukadana Tengah Kecamatan Sukadana.

Disepanjang ruas badan jalan tersebut, mengalami kerusakan di beberapa titik, yang terbilang cukup lumayan parah. Ruas badan jalan tampak berlubang menganga dengan kedalaman kurang lebih 5-10 centimeter. Tak terkecuali khususnya di Desa Sukadana, cor beton menggunakan rabat beton.

“Kami cor untuk menghindari kecelakaan, ini inisiatif kami supaya jalanan jadi bagus. Mobil motor yang lewat jadi lancar, apalagi di jalan ini sering ada kecelakaan. Waktu turun hujan lubang tertutup air, akhirnya yang bawa motor jatuh terjebak, sedangkan ini sudah dekat lebaran pasti rame.” Kata Asan (45) warga Dusun Belimbing Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana Selasa, 28/5 jam 9.00 WIB yang dijumpai ketika sedang melakukan pekerjaan pengecoran ruas badan jalan Propinsi Lampung tersebut.

Seorang pengendara kendaraan roda 2 menilai, kegiatan yang dilakukan oleh Asan merupakan hal yang bermanfaat. Merupakan suatu kewajaran pengguna jalan yang melintas mengulurkan tangan tanpa mempersoalkan.

“Ini menurut saya hal yang sangat bagus, kalau bisa, kita sebagai pengguna jalan bisa membantu mereka yang sedang kerja, jangan dibilang bermasalah, malah justru berterima kasih, sebelum Pemerintah memperbaikinya.” Kata pengguna ruas badan jalan mengaku bernama Wawan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur yang kebetulan melintas.

Panjang ruas badan jalan Propinsi yang tidak benar itu sekitar 5 kilometer, menghubungkan antara Desa Pasar Sukadana – Desa Sukadana Tengah via Desa Sukadana, Desa Rantau Jaya, Desa Surabaya Udik dan Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana.

Ruas badan jalan Propinsi Lampung itu disinyalir tidak benar karena kondisinya rusak dan berlubang. Rusaknya ruas badan jalan itu, mungkin disebabkan oleh karena kontur tanah labil selain disinyalir kurang bermutu dan dilalui oleh kendaraan bermuatan berat atau tonase. Sehingga, masyarakat punya inisiatif melakukan perbaikan meskipun hanya sebatas menyerupai cor beton atau rabat beton dengan dana seadanya.

Rabat beton (lean concrete) adalah lapisan beton yang dibangun di dalam galian tanah, adapun ukuran ketebalan rabat beton biasanya tidak lebih dari 5 centimeter. (Rop)

You might also like

error: Content is protected !!