Soal Pohon RobohTimpa Xpander, Pemkot Sebut Keterbatasan Satgas dan Mobil Crane

foto net ilustrasi

 

METRODEADLINE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Metro menyatakan keterbatasan satgas pemangkasan pohon. Itu menyusul pohon akasia menimpa mobil Xpander  di Jalan Raya Tejosari Metro Timur belum lama ini, yang mengakibatkan kerugian matrial hingga puluhan juta rupiah. 

Menurutnya pihaknya sudah setiap hari melakulan pemantauan, pemangkasan bahkan ditebang bila itu rawan roboh, dan  tidak ada hari libur. Dalam hal pemangkasan tentu dengan melihat kondisi seperti bila batangnya kering, kropos rapuh atau berpotensi membahayakan pengendara. 

Pohon AkasiaTumbang Timpa Xpander di Jalan Stadion Tejosari

 “Jadi ada satu dua memang tidak terrpantau,  wajar donk mas Kota Metro kan luas. Ini juga menyangkut karna keterbatasan satgas pemangkasan pohon cuma 11 orang, “ungkap Parkun, ST Kepala Sesi Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau mewakili Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman Edwin Soni, Rabu (13/3/2019).

Selain itu,  kata dia dalam hal penanganan armada berjumlah satu truk, dengan estimasi satu kelompok berjumlah 11 orang satgas. Kemudian armada hanya 1 truk, dan terkendala mobil crane tangga biasanya satgas pinjem ke Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Jadi memang kita tidak punya. Jadi kadang-kadang dalam hal pemangkasan kita pinjem mereka, kemudian kita juga selalu koordinasi dengan PLN, Telkom sesuai jadwal pemangkasan pohon dan penebangan. Ya itulah yang menjadi kendala kita selama ini,”jelasnya.

Ia menambakan secara tupoksi ketika ada pohon roboh bukan pertamanan yang ngurusi, tapi BPBD (Badan Penaganan Bencana Daerah), dan satgas bidang pertamanan membantu pemangkasan pohon  itu.

“Nah, dalam hal itu BPBD seharusnya segera bertindak kalau ada pohon roboh,”imbuhnya.

Parkun kembali menegaskan bahwa seringkali masyarakat di media sosial menyalahkan dinas perumahan kawasan pemukiman. Padahal masyarakat juga seringan melakukan hal yang fatal, seperti bawah batang akar pohon dibakar, dikuliti supaya mati.

“ Ya itu bukan satu dua, banyak sekali pohon yang dibakar dan dikuliti, kalau roboh menyalahkan kita,”pungkasnya. (*)

Penulis/Foto : Freddy Kurniawan Sandi

You might also like

error: Content is protected !!