Kota Metro

Pemkot Metro Perkuat Program Kota Layak Anak, Bappeda Kolaborasikan Semua Pihak

36
×

Pemkot Metro Perkuat Program Kota Layak Anak, Bappeda Kolaborasikan Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com — Pemerintah Kota Metro terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) melalui penguatan koordinasi lintas sektor yang dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Jum’at (6/3/2026)

Program tersebut juga dipastikan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD hingga RKPD.

Kepala Bapperida Kota Metro Yerry Ekhwan mengatakan bahwa lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak terkait guna memastikan program pembangunan berjalan terpadu.

“Sejak masih bernama Bappeda, lembaga ini memang memiliki tugas untuk mengoordinasikan perencanaan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja secara kolaboratif bersama OPD, dunia usaha, masyarakat, akademisi, hingga media,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mengawal pembangunan Kota Metro agar menjadi kota yang layak huni, sehat, aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak.

“Saat ini, Pemerintah Kota Metro telah memiliki payung hukum terkait Kota Layak Anak melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah memproses Peraturan Wali Kota mengenai Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak sebagai langkah lanjutan dalam implementasi kebijakan tersebut.

“Dalam pelaksanaannya, program Kota Layak Anak dilakukan melalui kerja kolektif berbagai pihak dengan Bapperida sebagai koordinator. Program ini mencakup lima klaster utama dengan total 24 indikator yang harus dipenuhi oleh masing-masing OPD,” jelasnya.

“Setiap indikator sudah diuraikan dalam buku kerja yang menjadi panduan bagi OPD. Nantinya seluruh capaian akan dihimpun dan dievaluasi secara bersama. Jika ada kekurangan atau hal yang perlu diperbaiki, akan kita bahas secara kolektif,” imbuhnya.

Selain unsur pemerintah, keterlibatan dunia usaha, masyarakat, lembaga pendidikan, serta media juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program Kota Layak Anak.

“Pengelolaan kota ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media harus bersama-sama berkontribusi, saling menguatkan, serta memberikan masukan yang konstruktif,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Metro juga berencana mengikuti penilaian Kota Layak Anak tingkat nasional pada tahun 2026. Pada penilaian sebelumnya, Kota Metro telah memperoleh kategori Nindya.

“Peringkat bukanlah tujuan utama, melainkan hasil dari kerja bersama dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih ramah bagi anak,” ucapnya.

“Peringkat hanyalah bonus dari kerja kolaboratif yang kita lakukan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan Kota Metro benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!