
HARIAN METRODEADLINE |Tangerang- Diduga gagal kontruksi, dan dinilai sangat berpotensi dapat merugikan keuangan negara, Inspektorat Kabupaten Tangerang diminta cepat tanggap dan segera lakukan upaya pemeriksaan dan audit terhadap hasil pengerjaan proyek jalan betonisasi, yang berada tak jauh dari lokasi Kantor Pemerintahan Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang-Banten yang nampak “Amburadul” dan sangat diduga kuat bermasalah ( Sabtu 04/05/2024)
Munculnya begitu banyaknya tonjolan tonjolan batu krikil, di sebagian besar permukaan badan jalan, dan memudarnya amparan permukaan badan beton, tentunya menjadi dasar akan adanya dugaan bahwa proyet tersebut telah mengalami penurunan kwalitas mutu beton yang diakibatkan oleh tertambahkannya kadar air hujan pada saat proses pengerjaan berlangsung.
Lokasi proyek pembangunan betonisasi yang diduga kuat gagal kontruksi itu sendiri diketahui dilakukan dan dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Cisereh, melalui alokasi Anggaran Dana Desa (ADD).
Mencuat nya dugaan kegagalan kontruksi pada pembangunan jalan itu sendiri di awali dengan adanya informasi dari salah satu narasumber yang tidak ingin di sebut kan namanya, mengatakan kepada awak media ini bahwa telah terjadi beberapa kerusakan pada kontruksi pembangunan jalan yang telah berhasil dirampungkan oleh Pemerintahan Desa Cisereh pada sabtu malam.
Berdasarkan informasi itulah beberapa awak media segera melakukan penelusuran langsung ke titik lokasi, alhasil setibanya awak media dilokasi pengerjaan kala itu dan menyaksikan bahwa terdapat pemudaran dipermukaan badan jalan sehingga menimbulkan banyak tonjolan batu krikil hal itupun sontak membuat awak media geleng geleng kepada, seakan tidak percaya akan hasil pengerjaan proyek jalan yang dinilai sangat begitu buruk.
Menurut keterangan salah satu warga yang tidak ingin di sebut kan namanya, kepada awak media ini dirinya mengatakan bahwa, proyek jalan betonisasi tersebut dibangun oleh pihak Pemerintahan Desa Cisereh, yang dikerjakan beberapa hari yang lalu.
” Setau saya proyek jalan ini punya Desa Cisereh pak, kalo proses pengerjaan nya udah kurang lebih 5 harian lah kira kira pak. Tutur warga menjelaskan.
Diwaktu dan tempat yang berbeda Kepala Desa Cisereh, yang coba dihubungi oleh awak media melaui sambungan via WhatsApp, dirinya membenarkan bahwa proyek jalan betonisasi tersebut adalah betul milik Pemerintahan Desa. Kades pun menjelaslan bahwa pada saat proses pengerjaan dimulai tak lama berselang hujan pun turun, sehingga krikil krikil batu Split tersebut muncul, namun demikian Kepala Desa berdalih meskipun diguyur hujan, kualitas dan mutu jalan beton tersebut tidak berkurang sedikitpun.
“Jadi pas pengecoran itu situasinya hujan lebat banget.,jadi si corannya semennya itu sedikit banyaknya campur air hujan,tapi tidak menimbulkan perobahan kwalitas coran pa, hanya saja krikil itu sedikit timbul karna tetesan hujan itu. Tutur Kades
Ditempat terpisah Mulyadi, yang merupakan salah satu tenaga ahli dari perusahaan swasta bidang kontruksi, kepada awak media ini dirinya menjelaskan bahwa kadar kualitas mutu beton yang sudah dipesan, ketika didalam proses penuangan, kembali ditambahkan air, maka hal tersebut tentunya akan sangat dapat mengurangi kadar kualitas mutu beton, dan hal tersebut menurut mulyadi akan sangat berdampak pada berkurangnya daya tahan pada jalan rabat beton itu sendiri.
” jangan kan diguyur hujan pak, ditambah air saja ndak boleh, sedikit saja ditambah air, ya sudah pasti kadar kualitas mutu betonnya berkurang, apalagi diguyur hujan deras ya pasti seperti ini jadinya. Ucap Mulyadi yang ditemui diruang kerjanya (30/05)
Menyikapi hal tersebut, Zarkasih yang merupakan salah satu aktivis pemerhati pembangunan, meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang, utuk segera turun dan melakukan upaya pemeriksaan dan audit, guna mencegah terjadinya dampak kerugian keuangan negara dikemudian hari,” kejadian ini tentunya harus mendapatka perhatian husus, dan ini gak bisa dibiarkan begitu saja, dari itu saya meminta agar fihak Inspektorat Kabupaten Tangerang dapat segera turun dan melakukan upaya Audit, guna mencegah dampak kerugian keuangan negara dikemudian hari. Ungkapnya.
Akibat dari banyaknya tonjolan tonjolan batu krikil pada jalan betonisasi tersebut, para pengendara yang melintas harus ekstra hati hati karna dapat menimbulkan dampak kerusakan pada ban kendaraan.
Hingga sampai berita ini kembali diterbitkan, pihak Inspektorat belum dapat di temui untuk di konfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut ( Nurdin )
