
HARIAN METRODEADLINE |Tangerang – Dikonfirmasi Seputar langkah evaluasi, atas adanya indikasi kecurangan dan ketidak sesuaian didalam proses pelaksanaan pembangunan Draenase U-ditch Rt 02/04 Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang-Banten, Camat Panongan, Heru Ultari, hingga kini masih membungkam.(Sabtu 04/05/2024)
Tidak umumnya proses pelaksanaan pembangunan dan Bungkamnya Camat Panongan itupun, tentunya menimbulakan pertanyaan dan mengundang banyak perhatian dan sorotan dari berbagai pihak, hususmya para Aktivis, Lsm dan para penggiat sosial lainnya.
Pada saat berlangsungnya proses pengerjaan, nampak galian tanah dipenuhi dengan genangan air, proses pengerjaan material U-ditch tidak terlebih dahulu didasari dengan tatakan atau dudukan u-ditch menggunakan mortal, dan kala itu terdapat proses yang sangat dinilai janggal lantaran proses pengerjaan proyek u-ditch waktu itu didapati hanya dilakukan penggantian pada tutup u-ditch saja, sedangkan matrial u-ditch tidak dilakukan penggantian, melihat dari jumlah besaran anggaran yang dianggap cukup besar, yang hampir menginjak angka 100 juta rupiah, maka sangat diduga kuat bahwa proses pengerjaan proyek tersebut sangat bermasalah.
masih dalam proses pengerjaan, Material tutup U-ditch yang digunakan terlihat polos dan tidak didapati adanya label merk yang ber Standar Nasional Indonesia (SNI) kejanggalan kejanggalan itupun, semakin diperparah dengan adanya para pekerja yang didapati tidak terlindungi dengan alat pelindung diri (APD) yang mana hal tersebut tentunya adalah merupakan salah satu syarat mutlak dalam proses penyelenggaraan Standar Menejemen K3.
Menurut keterangan salah satu warga yang kala itu tengah melintas (AK) 39 tahun, yang berhasil diwawancarai oleh awak media tidak jauh dari proses pengerjaan berlangsung mengatakan bahwa kegiatan tersebut,belum lama mulai dikerjakan, iapun kala itu nampak terheran heran manakala melihat proses pemasangan material U-ditch yang hanya dilakukan penggantian pada bagian tutup U-ditch saja dan beberapa diantaranya terdapat genangan air.
“Kalo kerjaannya baru dimulai sieh pak belum lama,cuman digalian tanahnya saya liat banyak air nya, terus yang bikin saya heran kok cuman diganti tutup ya aja. Tutur warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Perlu diketahui dari papan informasi yang tersedia dilokasi, maka dapat diketahui bahwa proyek yang sangat diduga kuat bermasalah itu sendiri berjudul, Draenase Rt 02/04 Desa Ranca Kelapa, milik Kecamatan Panongan yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang T.A. 2024 untuk selanjutnya dilaksanakan dan dikerjakan oleh CV Graha Anugrah Sukses dengan nilai kontrak mencapai Rp 99,380,0000.
Berdasarkan dengan begitu banyaknya indikasi dugaan kecurangan dan ketidak sesuaian yang terjadi maka tentunya dirasa perlu bagi jajaran Inspektorat Kabupaten Tangerang, untuk segera turun dan melakukan peninjauan dan pemeriksaan kembali hasil pengerjaan guna mencegah adanya dampak kerugian keuangan negara dikemudian hari.
Akibat dari bungkamnya Camat Panongan ini, alhasil sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti seperti langkah evaluasi yang sudah dilakukan.
Hingga berita ini kembali diterbitkan baik Camat Panongan maupun pihak kontraktor belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut (Nurdin)
