DaerahJakartaLampung Tengah

Kisruh Soal Stempel, K3S Kirimkan Bukti Percakapan WhatsApp untuk Bantah Pernyataan Kasubag Disdikbud Lamteng

681
×

Kisruh Soal Stempel, K3S Kirimkan Bukti Percakapan WhatsApp untuk Bantah Pernyataan Kasubag Disdikbud Lamteng

Sebarkan artikel ini

GUNUNGSUGIH – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kembali mengirim bukti bahwa surat edaran Bupati Lampung Tengah (Lamteng) terkait pembuatan stempel terlebih dahulu dibagikan atau dishare dalam group WhatsApp.

Dalam percakapan group WhatsApp tersebut, surat edaran Bupati Lamteng dibagikan pada tanggal 10 Januari 2024. Sedangkan, surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) baru dibagikan pada tanggal 24 Januari 2024.

Saat surat edaran Bupati Lamteng terkait pembuatan stempel dibagikan dalam group WhatsApp, K3S di Lamteng langsung menindak lanjuti untuk membuat stempel. Sehingga, K3S telah membuat stempel tersebut.

Akan tetapi, munculnya surat edaran Disdikbud Lamteng terkait pembuatan stempel, memunculkan problem atau keluhan dari K3S di Lamteng.

Dari kegaduhan terkait pembuatan stempel baru yang merujuk surat edaran Disdikbud Lamteng sendiri. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Disdikbud Lamteng Sugiasih mengaku tidak mengetahui bahwa surat edaran Bupati Lamteng terkait penggunaan stempel telah disebarkan.

Sedangkan, Kasubag Disdikbud Lamteng Sugiasih ada didalam group WhatsApp tersebut.

Sugiasih menjelaskan bahwa dirinya merasa heran, kenapa surat edaran Bupati sudah dishare kepada Kepala Sekolah Dasar. Pihaknya pun telah ditegur terkait hal tersebut.

“Saya sebenernya bingung kok surat edaran Bupati sudah dishare kepada Kepala Sekolah Dasar. Saya juga masih mencari tau siapa yang share. Karena saya sudah ditegur terkait surat edaran tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, K3S yang enggan disebutkan namanya menilai tidak masuk akal bila Kasubag Disdikbud Lamteng tidak mengetahui bahwa surat edaran Bupati terkait stempel telah disebarkan dalam group WhatsApp.

“Gak masuk akal mas, kalau Kasubag Disdikbud Lamteng gak tau kalau surat edaran Bupati sudah dibagikan sama kami. Karena buk Sugiasih sendiri ada dalam group WhatsApp,” katanya, Rabu, (31/01/2024).

Dirinya mengatakan bahwa setelah surat edaran Bupati terkait stempel yang harus digunakan telah dibagikan dalam group WhatsApp, K3S langsung menindak lanjuti dan membuat stempel tersebut.

“Kami dapat perintah buat stempel, ya langsung kami buat. Terus, muncul lagi surat edaran dari Disdikbud Lamteng harus membuat kembali. Ya tentunya, kami mengeluhkan hal ini. Kenapa harus membuat stempel terus menerus,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Lamteng Musa Ahmad saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp sedang tidak aktif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!