TASIKMALAYA — SMP Negeri 3 Kota Tasikmalaya kembali menggelar upacara bendera rutin setiap Senin pagi. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Senin (21/9/2026), tersebut diikuti seluruh guru, staf pengajar, serta ratusan siswa dengan tertib dan penuh disiplin.
Upacara dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung kurang lebih 30 menit. Selain menjadi agenda rutin sekolah, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Tanti Damayanti, S.Pd., mengingatkan seluruh siswa agar tidak hanya bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 3 Kota Tasikmalaya, tetapi juga mampu menjaga dan merawat lingkungan sekolah.
Menurut Tanti, menjaga kebersihan tidak harus dimulai dari tindakan besar. Hal sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran siswa.
“Kita harus bisa bersyukur dengan memelihara apa yang sudah dikaruniakan oleh Allah SWT dan harus bangga sebagai murid SMPN 3 Kota Tasikmalaya. Selain itu, kita sebagai keluarga besar SMPN 3 Kota Tasikmalaya harus bisa memelihara kebersihan lingkungan sekolah karena hal itu sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar kita,”ujar Tanti.
Ia menekankan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan seluruh warga sekolah, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan toilet hingga merawat tanaman di lingkungan sekolah.
“Kita melakukan hal sederhana saja, tidak membuang sampah sembarangan, membilas WC setelah buang air, menyiram bunga di halaman sekolah. Sesimpel itu harus disadari dari diri kita sendiri tentang kebersihan,”katanya.
Selain persoalan kebersihan, Tanti juga mengajak para siswa memahami makna mengheningkan cipta yang menjadi salah satu bagian dalam pelaksanaan upacara bendera.
Menurutnya, mengheningkan cipta tidak hanya sekadar rangkaian seremonial, tetapi dapat menjadi sarana untuk melatih siswa agar mampu berpikir sebelum bertindak.
“Mengheningkan cipta mengajarkan kita untuk tidak reaktif, tetapi proaktif dalam mengambil tindakan. Apa pun yang kita lakukan harus selalu dipikirkan, jangan sampai tindakan dan ucapan kita merugikan orang lain,”pungkasnya.
Sementara itu, Maulana Insanul Kamil, siswa kelas IX I yang dipercaya menjadi pemimpin upacara, mengaku bangga mendapat kepercayaan dari pihak sekolah.
Ia menyebut tugas tersebut menjadi pengalaman sekaligus bentuk tanggung jawab sebagai siswa dalam berkontribusi terhadap kegiatan sekolah.
“Saya merasa bangga mendapat kepercayaan dari sekolah untuk bisa memimpin upacara bendera kali ini. Walaupun di akhir upacara ada sedikit kendala karena suara saya agak serak, Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan upacara dengan baik,” ungkap Maulana.
Ia berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan menjalankan setiap tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
“Saya ingin memberikan kontribusi sebaik-baiknya kepada sekolah dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Pelaksanaan upacara bendera di SMPN 3 Kota Tasikmalaya tersebut menjadi salah satu sarana pembentukan karakter siswa. Tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya berpikir sebelum bertindak dalam kehidupan sehari-hari.(YJT)
