Kota Metro

Gedung Dhammasekha Diresmikan, Wali Kota Metro: Tonggak Peningkatan Pendidikan Keagamaan Buddha

70
×

Gedung Dhammasekha Diresmikan, Wali Kota Metro: Tonggak Peningkatan Pendidikan Keagamaan Buddha

Sebarkan artikel ini

 

 

Metrodeadline.com – Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menghadiri peresmian gedung Dhammasekha sebagai fasilitas pendidikan keagamaan Buddha di Kota Metro, Senin (20/7/2026)

Dikatakan Wali Kota Metro H.Bambang Iman Santoso, perkembangan pembangunan yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun merupakan hasil kepedulian dan semangat para donatur yang menginginkan hadirnya lembaga pendidikan bagi generasi penerus.

“Awalnya lahan ini masih berupa hamparan tanah. Kini berdiri gedung yang megah dan menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak. Ini adalah hasil kerja keras dan kepedulian banyak pihak,” ujarnya.

Ia mengakui Pemerintah Kota Metro belum dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan gedung tersebut karena keterbatasan kondisi fiskal daerah.

“Saya merasa bangga sekaligus bahagia. Di tengah keterbatasan pemerintah daerah, umat Buddha mampu menghadirkan gedung yang luar biasa untuk mendukung pendidikan generasi muda,” tuturnya.

Bambang juga mengapresiasi kegiatan belajar mengajar yang telah berjalan di Dhammasekha, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.

“Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak usia dini melalui proses pembelajaran yang menyenangkan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Republik Indonesia, Drs. Supriyadi, M.Pd., menyampaikan penghargaan kepada panitia dan Yayasan Jaya Hasan atas keberhasilan membangun fasilitas pendidikan keagamaan Buddha tersebut.

“Dhammasekha merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan keagamaan Buddha yang berkualitas sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, serta regulasi Kementerian Agama mengenai penyelenggaraan pendidikan keagamaan Buddha,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa satuan pendidikan keagamaan Buddha secara formal terdiri atas jenjang Pratama, Dasar, Menengah, hingga Utama.

“Saat ini, Dhammasekha telah menyelenggarakan pendidikan setara taman kanak-kanak dan sekolah dasar,” paparnya.

Supriyadi berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan Buddha, termasuk dalam aspek penjaminan mutu, akreditasi, serta pemenuhan kebutuhan guru agama Buddha di satuan pendidikan.

“Keberadaan guru agama Buddha merupakan salah satu penunjang utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Supriyadi menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui nilai-nilai ajaran Buddha.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan moral, etika, kepedulian terhadap sesama, serta pengendalian diri,” terangnya.

“contohnya nilai menghargai kehidupan yang diajarkan dalam Pancasila Buddhis sebagai landasan membangun sikap saling menghormati dan mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah. Selain itu, pengembangan kesadaran diri melalui praktik mindfulness dan meditasi sederhana dinilai penting untuk ditanamkan sejak usia dini,” imbuhnya.

Supriyadi juga mengingatkan para guru agar tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi menjadi sahabat spiritual bagi peserta didik sehingga mampu mendampingi perkembangan karakter mereka secara utuh.

“Saya berharap keberadaan Gedung Dhammasekha dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan menjadi pusat penguatan pendidikan keagamaan Buddha serta pembentukan generasi yang berkarakter di Kota Metro,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!