Kota Metro

PGRI Metro Dorong Guru Tak Gagap AI, Digitalisasi Pembelajaran Jadi Keharusan

52
×

PGRI Metro Dorong Guru Tak Gagap AI, Digitalisasi Pembelajaran Jadi Keharusan

Sebarkan artikel ini

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Metro mendorong para guru untuk tidak gagap menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai mengubah pola pembelajaran di dunia pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PGRI Kota Metro, Joko Widodo, S.Pd., M.Pd., saat membuka Seminar Pendidikan bertema “Mengajar Lebih Cerdas dengan AI Menuju Digitalisasi Pembelajaran Berkualitas” di Gedung Serbaguna SMAN 1 Metro, Sabtu (18/7/2026).

Seminar tersebut diikuti sekitar 200 peserta dan menjadi ruang bagi para pendidik untuk memahami perkembangan AI sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Joko menegaskan, AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi guru. Sebaliknya, perkembangan teknologi tersebut harus dipahami sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

“AI bukanlah sesuatu yang harus kita hindari, melainkan sebuah peluang yang harus kita pahami dan manfaatkan secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan guru di era digital tidak lagi sebatas kemampuan menyampaikan materi pelajaran. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berinovasi, serta menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser peran utama guru sebagai pendidik.

“Secanggih apa pun teknologi, AI tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik yang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, serta menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Ia mengatakan, seminar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.

“Kami berharap seluruh peserta memperoleh wawasan, keterampilan, dan inspirasi dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab untuk mendukung transformasi pendidikan menuju pembelajaran yang lebih berkualitas,” katanya.

Joko menambahkan, pemanfaatan teknologi harus tetap diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, PGRI Kota Metro juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Lampung, Dewan Pendidikan Kota Metro, SMAN 1 Metro selaku tuan rumah, narasumber, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Prof. Ismunandar, Ph.D., yang hadir sebagai narasumber. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., juga turut hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Selain mendorong penguasaan teknologi, Ketua PGRI Kota Metro menekankan pentingnya solidaritas dan penguatan organisasi untuk membangun profesi guru yang bermartabat.

Ia mengajak seluruh jajaran PGRI, mulai dari pengurus kota, cabang hingga ranting, untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan zaman.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata PGRI Kota Metro dalam mendukung peningkatan kompetensi guru serta mewujudkan pendidikan yang maju, berkualitas, dan berdaya saing di era transformasi digital,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!