Keributan Datuk Rio Teluk Panjang Dengan Sekdus Diselesaikan Secara Adat

 

 

 

BUNGO – Telah di tetapkan Amri Harun Kades Teluk Panjang oleh Ninekmamak dan lembaga adat setempat. Bahwa telah dinyatakan mundur dari adat istiyadat Desa inilah penjelasannya dari Ninekmamak Desa Teluk Panjang, Kecmatan Batin lll Kabupaten Bungo.

Rio Teluk Panjang telah bersalah memukul Amirudin selaku Sekdus di dalam ruangan kantor hingga sampai ke lembaga adat, Kecmatan. Sesudah itu di panggil oleh pihak Kabupaten yakni dengan Asisten I, setelah itu di kembalikan oleh pihak Kabupaten ke lembaga adat Desa dan lembaga adat, Kecamatan terjadi lah sidang adat Desa di Teluk Panjang ini penjelasannya oleh Ninek Mamak pada malam Kamis (25/11/2021). 

Datok Rio Amri Harun Teluk Panjang telah dinyatakan dengan secara adat. Dirinya di berhentikan dari jabatannya nurut sepanjang adat.

“Kami yang di pakai oleh ninek mamak teluk panjang dan di kenakan utang adat. sepanjang menurut adat kami sebanyak Rp.6.000.000 yang di bayar oleh Kades kepada negeri kami dan kepada lembaga adat desa sesuai keputusan ninekmamak yang ada. Kalau secara pemerintah kami tidak tahu itu urusan Bupati kalau urusan adat itu lah keputusannya,”ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia atas keputusan itu pihaknya tidak berani kata Ketua sidang kalau tidak ada kesepakatan kedua lembaga adat, di Kabupaten dan Desa nampahnya pada sidang semalam sudah di tetapkan Amri Harun selaku Rio menurut adat  istiadat berhenti dari pemangku adat Desa yak itu jabatan sebagai rio.

” Kalau menurut aturan pemerintah kami tidak tau itu urusan Bupati,”ujarnya Ketua sidang dan Lembaga Adat Desa Teluk Panjang,”pungkasnya.(Abun)

You might also like

error: Content is protected !!