Merasa Dibohongi Warga Empat Desa Duduki Gardu PLN Kotabumi

Lampung Utara – Kompensasi ganti rugi dan tanam tumbuh warga di empat Desa belum juga menemui titik terang, hal tersebut bukan saja dibahas di PLN Cabang Kotabumi namun juga dibahas di PLN Bandar Lampung bahkan sudah dibahas di DPRD Lampung Utara namun tetap jalan ditempat.

Diketahui, persoalan tersebut terjadi sejak 2013 silam hingga tahun 2021 namun belum juga terealisasi kepada masyarakat di empat Desa yakni Desa Bandar Sakti, Surakarta, Bangun Sari dan Bandar Abung.

Dalam kesempatan itu Iwan Junaidi selaku Koordinator Aksi menyampaikan, kedatangan mereka hanya untuk menuntut hak sebagai masyarakat yang lahannya telah dilalui jalur sutet berikut tanam tumbuhnya yang telah ditebang akibat adanya SUTET itu, kejadian tersebut telah terjadi sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2021 ini namun belum juga dibayarkan.

Kegiatan Aksi Damai ini, lanjut Iwan Junaidi, “Kita mendapat Pengawalan langsung dari pihak Kepolisian dan TNI, Terima kasih Pak Polisi dan TNI yang telah mengawal Aksi Damai kita hari ini,” ujar Iwan. Kamis (18/11/2021).

“Kami melakukan aksi ini hanya semata mata membantu masyarakat yang ada di empat desa dan yakinlah kami tidak bertindak anarkis,” terang Iwan.

“Kami tidak akan mundur apabila tuntutan kami empat desa ini tidak mendapatkan kejelasan kapan akan dibayarkan kompensasi ganti rugi tersebut, bila perlu kami akan memasang tenda dan menginap di gardu ini dan akan bertawasulan malam ini.” kata Iwan yang diamini oleh peserta aksi.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Lampung Utara Pirmansyah mewakili Pemerintah Daerah setempat menyatakan, Permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati Lampung Utara, namun dalam hal ini dirinya berjanji akan menyampaikan perihal aksi ini ke Bupati Lampung Utara.

“Secepatnya akan kita jembatani dengan menghadirkan dan memanggil pihak terkait dalam hal ini pihak PLN Cabang Kotabumi agar bisa hadir dan menanggapi tuntutan masyarakat yang ada di empat desa itu.” kata Firmansyah.

Usai berorasi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara aksi dilanjutkan dengan mendatangi dan menduduki Gardu Induk PLN Kotabumi, hingga berita dirilis belum ada satupun pihak berkompeten dari PLN Kotabumi memberikan tanggapan terkait tuntutan kompensasi ganti rugi ini. (Anton)

You might also like

error: Content is protected !!