Daerah

GPSS – LBH Bumi Adil Laporkan Pencemaran Sungai Way Sekampung Belum Ditindaklanjuti?

3731
×

GPSS – LBH Bumi Adil Laporkan Pencemaran Sungai Way Sekampung Belum Ditindaklanjuti?

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR – Entah harus dengan cara apa lagi ditempuh, agar Pemerintah ataupun Pemerintah Daerah dapat mengambil tindakan tegas terkait pencemaran air Sungai Way Sekampung yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Sungai Way Sekampung selama ini menjadi sumber penghidupan para nelayan yang mengandalkan mata pancaharian dengan mencari ikan air tawar, tapi sangat disesalkan sekarang kembali terkontaminasi limbah.

Zainal Abi Ketua Ikam Jabung Sai (IJS) menyesalkan kondisi pembiaran dari Pemerintah Daerah baik tingkat Kabupaten Lampung Timur ataupun Provinsi Lampung sendiri melalui instansi-instansi terkait.

“Selama tahun 2020, kejadian hari ini adalah yang ke sembilan kalinya yang terpantau oleh kami. Bahkan baru baru ini juga terjadi dan sudah dilaporkan langsung ke DLH Provinsi, tapi belum ada tindakan nyata. Buktinya, sekarang kembali terjadi limbah mencemari Sungai Way Sekampung,”ungkap Zainal, dikutip dari artikel wawainews.id pada edisi, 8 November 2020.

Sungai Way Sekampung diketahui melintasi Kecamatan Sekampung Udik, Marga Sekampung, Waway Karya, Jabung dan Pasir Sakti. Ribuan orang hanya mengandalkan mata pencaharian dari Sungai Way Sekampung.

Akibat limbah yang mencemari Sungai Way Sekampung tidak hanya nelayan pencari ikan terganggu, tetapi juga lingkungan. Zainal meminta Pemerintah bisa mengusut tuntas penjahat lingkungan yang mencemari Sungai Way Sekampung.

“Kami sangat kecewa dengan LH Provinsi Lampung, kami sudah melaporkan langsung dengan membawa segala bukti pencemaran. Tapi tidak ada respon atas laporan GPSS bersama LBH Bumi Adil tersebut,”tegas Zainal.

Usman Ketua Gerakan Peduli Sungai Sekampung (GPSS) menyesalkan hal serupa ini selalu terulang lagi.

“Siang ini terpantau limbah berwarna hitam pekat dan berbau menyengat sudah sampai di pintu Bendung Gerak Jabung,”tukasnya.

Sementara, lanjutnya, saat ini kekhawatiran menghantui nelayan di Desa Asahan yang mencari ikan di Sungai Way Sekampung. Mereka khawatir limbah memusnahkan biota air mengingat kondisi air tengah surut.

Kondisi limbah tersebut membuat Jamal salah satu nelayan dari Dusun Kupang Desa Asahan, 2 minggu ini menggantungkan alat pancing dan jaring hingga menganggur tidak turun ke Sungai Way Sekampung mencari ikan.

“Limbah kini turun lagi kami harus kerja apa?, Saya harap Pemerintah Provinsi Lampung punya kepedulian tentang limbah ini sehingga kami tak kehilangan mata pencarian,” pungkasnya.

Saat ini, kondisi Sungai Way Sekampung tercemar limbah menjadi tagar di medias sosial, mereka yang peduli meminta Pemerintah turun tangan, dewan dan lainnya. Tagar Save Sungai Way Sekampung ramai di facebook dari warga setempat.
(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!