
Metrodeadline.com, Merangin–Jembatan gantung yang menghubungkan antara Dusun Tanjung, Kecamatan Tabir dan Dusun Lubuk Bumbun, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi mengalami kemiringan dan rusak parah sudah sejak dua tahun terakhir.
Akibatnya, dengan kondisi jembatan yang miring dan rusak seperti itu maka aktivitas warga sedikit terganggu, sehingga perekonomian masyarakat setempat pun ikut terhambat.

Pantauan harian metro deadline, Minggu 02 Agustus 202. Jembatan gantung berkontruksi kayu itu kondisinya sudah lapuk, dan kabel besi sebagai pengikat terlihat sudah berkarat di makan usia. Papan yang dijadikan sebagai lantai jembatan sudah ambruk ke sungai dan memprihatinkan, tampak lantai yang rapuh dan lubang menganga dan lantai jembatan juga tidak rata lagi.
Salah seorang warga lubuk Bumbun, Siti Fatimah mengatakan bahwam, kondisi jembatan itu sebelumnya memang tidak begitu parah seperti saat ini, banjir yang di sertai gempa yang terjadi pada tahun 2019 memperburuk kondisi jembatan tersebut, akibatnya konstruksi jembatan tersebut menjadi miring.
Jika ada warga yang melintas masih bisa baik menggunakan sepeda maupun sepeda motor, bahkan warga sekitar itu pernah memperbaikinya dengan cara bergotong-royong, tapi untuk sekarang tampaknya sudah tidak memungkinkan lagi diperbaiki secara swadaya masyarakat, karena sudah rusak parah.
“Jembatan gantung ini memang suatu jalur penghubung yang terdekat menuju desa lubuk bumbun. Sehingga masyarakat maupun para siswa baik SD, SMP dan SMA setiap hari melewati jembatan tersebut, akan tetapi dengan kondisi begini tentunya harus memanfaatkan jalur atau lintasan lain melalui Kecamatan Margo tabir untuk menuju ke Kecamatan tabir, dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit,” kata Siti Fatimah.
Namun, , apabila jembatan gantung itu masih kondisi bagus, maka aktivitas lalu lintas warga menuju kecamatan tabir desa tanjung membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja, ini menjadi suatu kendala bagi warga setempat. Kata Siti Fatimah
Kepala Desa Lubuk Bumbun, Ambrun, saat dikonfirmasi metrodeadline menyebutkan bahwa jembatan gantung itu mengalami kerusakan sudah dua tahun. Tapi selama rusak pihaknya bersama masyarakat sekitar juga pernah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya.
Kata dia, jika tidak ada perbaikan jembatan secara maksimal sehingga akan terhambat perekonomian masyarakat, karena ada warga yang berkebun kelapa sawit maupun petani karet dan lainya.
“Yang menjadi perhatian kita adalah anak-anak sekolah sudah tidak bisa lagi melintas jembatan tersebut, apalagi jika dalam kondisi hujan jembatan tersebut menjadi licin. sekitar setengah jam untuk menuju ke sekolah jika melalui jalan lain untuk menuju kecamatan tabir, itu sangat memprihatinkan,” ujar Ambrun.
Tidak hanya bagi para siswa menjadi terhambat, kata ambrun, masyarakat pun ikut terkendala, apalagi jembatan menjadi urat nadi masyarakat karena masyarakat sudah bercampur baur, setiap hari ratusan orang setiap hari nya melewati jembatan tersebut, bahkan sudah banyak warga yang jatuh kesungai, melewati jembatan tersebut, bahkan bukan mustahil akan ada korban jika jembatan tersebut tidak juga diperbaiki.
” Sekarang kita membutuhkan perhatian dari pemerintah agar jembatan gantung berkonstruksi kayu itu dibuat yang baru, kalau misalnya tidak mencukupi anggaran maka dapat direhab untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, kita berharap ke depan ada solusi terbaik dari pemerintah (Pemkab merangin) untuk perbaikan jembatan tersebut,”pungkasnya.
Penulis : Idil Putra Yadi, Kontributor Merangin
