Uncategorized

Rahmat Taufiq Siap Mundur Bila Golkar Ponorogo Gagal Dalam Pileg 2024

564247
×

Rahmat Taufiq Siap Mundur Bila Golkar Ponorogo Gagal Dalam Pileg 2024

Sebarkan artikel ini

metrodeadline.com, PONOROGO – Musda Ke X Partai Golkar Kabupaten Ponorogo di Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo, Minggu (2/8/2020) dibuka Ketua DPD Partai Golkar Jatim, M. Sarmuji. Acara juga dihadiri Bupati Ponorogo, para Ketua Parpol, Dewan Pertimbangan Golkar, seluruh pengurus, dan seluruh pimpinan kecamatan beserta sekretaris, ormas serta sayap Partai Golkar.

Nampak hadir juga pengurus cabang NU Kabupaten Ponorogo dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo, Pimpinan Muslimat Cabang Ponorogo, Pimpinan Aisyah, Ketua PSHT Cabang Ponorogo serta Ketua PSHW Tunas Muda Cabang Ponorogo maupun ormas lainnya.

Ketua DPD Partai Golkar Ponorogo, Rahmat Taufiq mengatakan bahwa Musda ke X Partai Golkar adalah bagian dari konsolidasi Partai dan juga merupakan perintah organisasi berdasarkan Keputusan Munas ke X Partai Golkar tahun 2019. “Partai Golkar Kabupaten Ponorogo dalam Musda ke X sepakat mengangkat sebuah tema ‘Bersatu Dan Semangat Untuk Perkuat Soliditas Menuju Golkar Bangkit’, dengan harapan tema tersebut menjadi semangat kita Bersama bahwa Musda harus berjalan aman, tertib, lancar dan sejuk,” harapnya.

Dia menyampaikan apa yang terjadi pada Musda beberapa waktu yang lalu, benturan dan gesekan bahkan perpecahan pada internal Partai Golkar sudahlah cukup menjadi pelajaran bersama. “Apa yang terjadi pada pemilu legislative 2019 telah menjadi evaluasi kami. Ada beberapa aspek yang menyebabkan kemrosotan suara Golkar secara drastis. Yang pertama adalah terjadinya benturan dan gesekan pada pelaksanaan Musda Ke IX, sehingga terjadi perpecahan yang sangat luar biasa dalam internal Partai Golkar Kabupaten Ponorogo,” ungkapnya.

Masih menurut dia, saat itu mesin Partai tidak bisa berjalan secara maksimal bahkan terjadi perpindahan kader-kader Partai Golkar kepada Partai lain. “Yang kedua situasi politik pada pemilu legislatif tahun 2019, Ponorogo memang ada pertarungan politk yang luar biasa, sehingga dalam kondisi dinamika perpecahan di internal, mohon maaf bila kami tidak mampu membendung situasi ini,” akunya.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan Musda saat ini dilaksanakan secara terbuka dan kekeluargaan, tidak pernah ada intervensi, tidak pernah ada tekanan dari pihak manapun.

Rahmat Taufik juga menjelaskan ke depan masih akan ada banyak event-event politik dimana hal itu membutuhkan kebersamaan membutuhkan kekompakan sehingga menjadi modal dasar kita dalam melakukan perjuang-perjuangan Partai kedepan. “Karena tanpa kebersamaan tanpa kekompakan mustahil kita akan mampu mengembalikan suara Partai Golkar dan berjuang secara maksimal,” akunya.

Akhirnya Rahmat Taufiq terpilih secara aklamasi sebagai Nahkoda Partai Golkar. “Alhamdulilah saya masih diberikan amanah. Dan apabila pada pemilu legislatif 2024 nanti saya tidak mampu mengembalikan sebagian kursi Partai Golkar, sebagai bentuk konsekuensi dan tanggung jawab. Saat itu juga saya akan mundur dari jabatan saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ponorogo,” terangnya.

Saat membuka Musda X Partai Golkar Ponorogo, M. Sarmuji mengingatkan pentingnya kebersamaan. “Tanpa kebersamaan kita tak mampu mengembalikan kejayaan suara Partai Golkar,” harap M. Sarmuji.

Sementara itu, Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan Partai Golkar banyak melahirkan tokoh politik. “Partai Golkar juga banyak juga melahirkan parpol termasuk Hanura, Nasdem dan Gerindra. Dalam berpolitik kita harus memiliki kedewesaan. Selamat bermusda. Semoga soliditas Partai Golkar menjadi kebangkitan Partai Golkar di Ponorogo,” ujar Ipong Muchlissoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!