Uncategorized

Dua Asosiasi Lamteng Soroti Kantor ULP Tak Berpenghuni Saat Jadwal Pembuktian Evakuasi Berkas Tender Elektronik

965469
×

Dua Asosiasi Lamteng Soroti Kantor ULP Tak Berpenghuni Saat Jadwal Pembuktian Evakuasi Berkas Tender Elektronik

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah – Kosongnya kantor ULP (Unit Lelang Pengadaan) Kabupaten Lampung Tengah menjadi sorotan untuk publik serta para Kontraktor lokal. Tak pantas sebuah kantor para pegawainya tak ada di tempat.

Afrizal Sekertaris GABPEKNAS kabupaten Lampung Tengah mengatakan, terjadinya kekosongan kantor ULP sudah tak wajar lagi, dan sangat disayangkan karena para pegawai tersebut adalah pelayan publik bagi masyarakat.

” Kebobrokan ini tidak boleh di teruskan karena berdampak atas icon Lampung Tengah,” terangnya usai sambangi kantor ULP yang di dampingi Eki Ulul Umar.

Masih, para kontraktor yang hadir di kantor ULP tersebut hendak mengkonfirmasi terkait jadwal yang sudah di tetapkan bahwa jumat 17 juli 2020 adalah jadwal pembuktian verifikasi berkas, namun para kontraktor tersebut yang hadir takdapat undangan oleh sebab itu mereka ingin mempertanyakannya.

“Saya berharap agar para panitia ULP transparan untuk menyelanggarakan paket yang di tender, dan harus sesuai aturan dalam memberitahukan perubahan jadwal melalu inbok LPSE dan inbok email perusahaan,”tandasnya.

Yones Nurdiyansyah ketua ASKONAS kabupaten Lampung Tengah, meneruskan bahwa jika pembuktian menggunakan daring aplikasi zoom seharusnya panitia memberitahukan melalui inbok email perusahan dan inbok LPSE, namun ini tidak ada.

“Transfaransi harus di tegakkan dari proses tender baik aturan maupun perubahannya dan jika ada aturan aturan yang belum pasti dan tidak bisa di sampaikan oleh pokja melalui inbok email maupun inbok lpse seharusnya pokja atau sekertariat ULP menjelaskan secara langsung dengan tatap muka, jangan seperti ini, kantor kosong tak ada orang sama sekali, padahal jadwal jelas hari jumat 17 juli adalah jadwal pembuktian,”tandas Yones.

Di selah itu juga, Sidik selaku pengusaha (kontraktor) yang di dampingi oleh, guston, firmansyah dan risman dan bayu prabu merasa dirugikan.

“Kami sangat di rugikan jika seperti ini, saya datang kesini karena memang ingin meminta penjelasan dan klarifikasi kenapa tidak ada pemberitahuan perubahan jadwal atau pembuktian melalui daring aplikasi zoom,”tuturnya.

Masa kami hanya di hadapi dengan pegawai pemegang kunci kantor ini saja, dan bahkan kami seluruh kontraktor di usir keluar oleh pegawai pemegang konci karena kantor akan di konci, padahal ini masih jam karja 10.40 Wib, kami disini dari pagi sampai bak’da jumat belum juga ada yang hadir pegawai ULP dan pokjanya,”tutur Sidik.

Jika seperti ini jadi pertayaan besar untuk kami, ADA APA DENGAN ULP KAB. LAMPUNG TENGAH ? (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!