Daerah

Bupati Ipong Ajak Warga Ponorogo Patuhi Protokol Kesehatan Pasca Peningkatan Pasien Covid-19

24023
×

Bupati Ipong Ajak Warga Ponorogo Patuhi Protokol Kesehatan Pasca Peningkatan Pasien Covid-19

Sebarkan artikel ini

metrodeadline.com, PONOROGO – Jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Ponorogo yang meningkat signifikan membuat keprihatinan Bupati Ipong Muchlissoni. “Warga Ponorogo yang saya cintai, hari ini saya kabarkan, menyusul 1 temannya yang lebih dulu dinyatakan positif covid-19, hari ini 6 orang santri Pondok Modern Darussalam Gontor 2 dinyatakan positif covid-19,” ujar Ipong Muchlissoni, Rabu (8/7/2020).

Dia menambahkan pasien tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain 2 orang dari Makassar (Sulawesi Selatan), 1 orang dari Manado (Sulawesi Utara), 1 orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), 1 orang dari Ternate (Maluku Utara), 1 orang dari Gowa (Sulawesi Selatan). “Mereka datang ke Ponorogo sekitar 3 minggu yang lalu ke Ponorogo untuk melakukan ujian masuk pondok Gontor,” katanya.

Menurutnya, mereka datang dengan membawa surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test. “Saat pengumuman penerimaan, mereka dinyatakan diterima di Pondok Gontor Cabang Ternate. Untuk persyaratan perjalanan ke Ternate, tanggal 2 Juli mereka melakukan pemeriksaan RDT dan dinyatakan reaktif, dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR hari ini dinyatakan positif. Selanjutnya mereka akan diisolasi di RSUD dr. Harjono,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain 6 kasus tersebut, terdapat juga 4 kasus tambahan positif lainnya, antara lain Perempuan, usia 20 tahun, berasal dari Joresan (Mlarak). “Dia adalah anak dari pasien konfirm No. 46 yang sudah meninggal. Setelah bapaknya meninggal, Dinkes melakukan tracing terhadap kontak eratnya, dan hari ini anak perempuannya dinyatakan positif. Sementara 2 anggota keluarga yang lain hasil pemeriksaan PCR belum keluar,” imbuhnya.

Kemudian, anak perempuan, 9 tahun, alamat Patihan Kidul (Siman). “Dia adalah anak dari pasien No. 49, bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan,” jelasnya.

Selanjutnya adalah perempuan, usia 27 tahun, asal Bedrug (Pulung). “Dia adalah petugas CS di Bandara Juanda Surabaya. 2 minggu yang lalu datang ke Ponorogo. Tanggal 3 Juli melakukan RDT untuk mau kembali ke Surabaya dan didapatkan hasil reaktif. Hari ini keluar hasil PCR positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat,” bebernya.

Selain itu, seorang perempuan, usia 25 tahun, asal Lengkong (Sukorejo). “Dia melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri untuk keperluan pergi ke Papua, dan hasilnya hari ini dinyatakan Positif . Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat,” ucapnya.

Akibat kejadian ini, Ipong meminta semua pihak mengambil pelajaran dan hikmah. “Utamanya bagi pesantren lain, ternyata rapid test sangat penting untuk dilaksanakan sebagai screening atau deteksi awal status covid-19 dari masing-masing santri, ustadz ataupun penghuni pondok lainnya. Surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tidak mampu menunjukkan bahwa terindikasi ada infeksi covid-19 atau tidak dalam tubuh seseorang,” tandasnya.

Masih kata politisi Nasdem ini, hampir semua penemuan kasus positif diawali dengan rapid test. “Jadi penting sekali rapid bagi siapapun yang datang dari zona merah. Terbukti juga dengan 80 persen yang terkonfirmasi positif di Ponorogo saat ini datang dari zona merah,” urainya.

Kepada masyarakat Ponorogo pada umumnya, Ipong berpesan nampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. “Rumah Sakit mulai penuh sehingga hari ini sudah ada pasien konfirm yang dipindahkan ke rumah karantina. Mari semakin waspada. Mari saling menjaga. Mari saling mengingatkan. Lakukan protokol kesehatan sebagai budaya sehari – hari,” harapnya. (Nurcholis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!