
Metrodeadline.com, Pesawaran– beberapa warga desa baturaja kecamatan waylima kabupaten pesawaran yang enggan di sebutkan namanya merasa mengeluh dan keberatan atas pemotongan BLT DD oleh RT dan Kadus.
“Kami keberatan atas pemotongan BLT DD yang di lakukan oleh KADUS karna BLT DD di desa saya satu rekening di bagi tiga KK sedangkan yang keluar tadi dua tahap senilai 1.200.000 dan yang di berikan kepada kami masing masing senilai 400.000 sisa nya yang 800.000 di ambil oleh Kadys,”ungkapnya, Jumat (26/06/2020).
“Kami mengambil dana BLT DD tersebut di BANK BRI peringsewu dan di pandu langsung oleh KADUS dan jumlah KK yang menerima BLT DD tersebut berjumlah 164 KK berarti apa bila di jumlah kan 164×800.000=131.200.000 dana yang di potong sedangkan yang menjadi pertanyaan pada siapa dana tersebut di berikan,punkas nya.
“Sebenar nya kalau teransfaran kami setuju setuju saja apa bila dana yang di potong tersebut di bagi rata asal kami tau siapa yang menerima dana tersebut tapi ini tidak,setelah saya tanya kepada KADUS siapa yang menerima dana tersebut tapi KADUS menjawab data nya belum dibuat,”tambah nya.
Terkait ada nya dugaan pemotongan tersebut oleh oknum RT dan KADUS desa baturaja kecamatan waylima, Hermawansah selaku ketua laskar merah putih (LMP) kecamatan waylima angkat bicara.
“Saya sangat menyayangkan ada nya pemotongan BLT DD tersebut karna di tengah marak nya covid-19 ini pemerintah membantu melalui anggaran BLT DD justru diduga di manfaatkan oleh oknum RT dan KADUS di desa baturaja dan saya berharap pihak yang berwajib mengambil tindakan tegas atas dugaan pemotongan dana tersebut,”ujar Hermawan.
Semrntara itu, Amrullah selaku Kepala Desa Baturaja tidak dapat di hubungi sampai berita ini di terbitkan. (Anton)
