
LAMPUNG TENGAH – Lagi-lagi kondisi jalan kabupaten Lampung Tengah yang rusak parah membuat warga Kampung Buyutbaru dan Rama Murti, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng) menderita. Pasalnya, jalan tersebut berada tepat di areal pertanian dan menjadi jadi penghubung dua kampung itu dan Kecamatan Seputihbanyak.
Sehingga, petani di Kampung Buyutbaru dan Rama Murti sangat kesulitan mengeluarkan hasil panen mereka. Dari informasi warga setempat, bahwa terhitung sejak Tahun 1993 pemerintahan Presiden Soeharto sampai Tahun 2019, belum pernah ada perbaikan.
Pantauan media ini saat melintasi jalan tersebut, sangat memprihatinkan serta perlu perbaikan. Bukan hanya itu, kondisi jalan yang buruk sering membuat kendaraan roda empat yang bermuatan hasil panen terbalik. Begitu juga, kendaraan roda dua sering terpeleset jatuh karena jalan tanah licin terlebih memasuki musim hujan seperti. Tak hanyasampai situ, banyak batu belah yang ujungnya lancip tajam turut menambah gambaran buruk jalan di dua Kampung tesebut.
Santo warga Buyutbaru mengatakan bahwa warga Kampung Buyutbaru sangat mengidamkan jalan yang mulus dan tidak rusak seperti ini.
“Kami puluhan tahun menderita dan kesulitan, bahkan menjadi kampung tertinggal karena infrastruktur jalan yang rusak parah. Kami juga menyesalkan, sikap pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamteng yang kurang memperhatikan kondisi khususnya bidang infrastruktur,” katanya.
Pihaknya menjelaskan bahwa sudah sering kali terdengar jalan penghubung dua Kampung ini akan diperbaiki. Namun, tidak juga ada perbaikan.
“Kami kecewa dengan Bupati Lamteng sekarang ini. Tidak Ada niat untuk mengalokasikan anggaran dan memperjuangkan agar ada perbaikan, jalan. Dua tahun lalu, wawacana perbaikan jalan penghubung dua kampung terdengar. Namun, tidak jadi juga,” ujarnya.
I Wayan Wendra turut mengkritik para petinggi Pemkab Lamteng yang kurang memperhatikan kondisi jalan kabupaten penghubung dua Kampung.
“Berbagai cara kami lakukan. Namun, hasilnya nihil,” kecewanya I Wayan Wendra salah satu tokoh masyarakat Kampung Buyutbaru,”
Berbagai usaha telah dilakukan, lanjut Wendra, agar terealisasinya perbaikan jalan kabupaten penghubung Kampung Buyutbaru dan Rama Murti. Mulai dari penyampaian di Forum musrenbang tingkat kecamatan dan diteruskan ke kabupaten.
“Hasilnya nihil. Pas musrenbang memangkan jadi prioritas. Namun, malah tidak ada perbaikan. Hal itu, membuat kami sangat kecewa,” imbuhnya.
Kembali kata Wendra, bahwa Lamteng perlu sosok pemimpin yang bisa mengambil putusan dan kebijakan pro rakyat. Bukan hanya itu, pemimpin itu pelayan warga. Sudah seharusnya, jalan rusak yang menjadi keluhan warga harus cepat ditanggapi serta dicarikan solusi terbaik.
“Kami harapkan Tahun 2020 segera direalisasikan perbaikan jalan rusak Kampung Buyutbaru dan Rama Murti. Agar penderitaan warga kedua kampung dan impian jalan mulus terkabul. Amiiin,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Kampung Buyutbaru pernah menjadi kampung percontohan bidang pertanian. Namun, faktor jalan kabupaten panghubung dua Kampung tersebut yang rusak parah. Sangat mempengaruhi kemunduran Kampung Buyutbaru. Hingga, akhirnya kampung itu menjadi kampung tertinggal. (red)
