Daerah

Jalan Rusak Parah, Warga Rama Dewa Menilai Program Gotongroyong Tak Menyelesaikan Masalah Dan Hanya Buang Duit Rakyat

1347
×

Jalan Rusak Parah, Warga Rama Dewa Menilai Program Gotongroyong Tak Menyelesaikan Masalah Dan Hanya Buang Duit Rakyat

Sebarkan artikel ini


LAMPUNG TENGAH – Warga Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), menilai program gotongroyong yang digagas Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto belum bisa menyelesaikan persoalan jalan-jalan kabupaten yang rusak parah.

Pasalnya, program tersebut tidak tepat untuk menuntaskan masalah warga Lamteng khususnya bidang infrastruktur.


Diketahui, hampir seluruh infrastruktur jalan kabupaten di Lamteng kondisinya rusak parah. Termasuk, di Kampung Rama Dewa itu sendiri.

Warga Kampung Rama Dewa yang berada di Dusun II dan III, juga menilai anggaran Rp 20 juta yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng, hanya membuang duit rakyat saja. Sebab, hanya dibelikan material seadanya dan batu yang ujungnya lancip serta tajam. Tentunya itu, membahayakan bahkan menyulitkan pengendara roda dua saat melintasi jalan tersebut.

I Nyoman Darto mengatakan bahwa dirinya merasa kebingungan untuk mengadukan keluhan warga Kampung Rama Dewa Dusun II dan III, terkait jalan rusak yang hampir 7 tahun lebih tak mendapat sentuhan perbaikan. Sebab, jalan kabupaten itu menjadi akses utama bagi petani mengeluarkan hasil panennya.

“Dusun II dan III ini, mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Sehingga, adanya jalan yang rusak parah ini. Sangat menghambat dan membahayakan pengendara roda dua khususnya anak sekolah,” keluhnya.

Nyoman sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa areal sawah yang ada di Dusun II dan II Kampung Rama Dewa sangat luas. Tentunya, perlu perhatian khusus dari Pemkab Lamteng.

“Kalau pemimpinannya tidak peduli begini. Kami ingin Bupati baru. Harapannya, Lamteng lebih baik. Mulai dari infrastruktur jalan yang mulus, petani dipermudah mendapat bibit atau pupuk serta warga yang ada di Lamteng diperhatikan pemimpinnya,” harapnya.

A’an yang juga warga Kampung Rama Dewa, menuturkan bahwa kepemimpinan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto belum ada pembangunan yang bisa memberikan manfaat untuk warga.

“Saya pengen tau mas, apa sih yang sudah dibangun dan diperbuat Pak Loekman untuk warga Lamteng. Kami sudah berapa kali aja dijanjikan mau diperbaiki. Tapi, gak diperbaiki-perbaiki. Kami sangat kecewa. Kami butuh pemimpin yang cepat, tanggap dan berjiwa pemimpin yang sigap menyelesaikan masalah warganya. Kalau gak bisa nyelesain, yah mutur aja,” katanya kepada media ini.

Terpisah, I Made Setiawan menyarankan Pemkab Lamteng merubah program gotongroyong. Karena, progran itu tidak bisa langsung menyelesaikan masalah.

“Jalan rusak kok masyarakatnya yang pusing dan disuruh kerja. Abis gotongroyong, besoknya rusak lagi. Apa gak sayang anggaran untuk biaya gotongroyong,” imbuhnya.

Setiawan menegaskan kalau sampai Pemkab Lamteng melalui Dinas terkait, Tahun 2020 tidak juga diperbaiki. Maka, Warga Kampung ini ingin ganti Bupati.

“Kami bukan mempolitisir. Tapi, kalau ada yang kesel silahkan. Kami juga kesel kondisi jalan tempat kami rusak dan tidak diperhatikan. Kami warga di wilayah kompak mau ganti Bupati apabila tidak kunjung di perbaiki,” tegasnya. (red)Tgl g

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!